Pemimpin wilayah nonaktif juga ajudan akui meminta-minta uang ke dua terdakwa 

Pemimpin wilayah nonaktif serta ajudan akui meminta-minta uang ke dua terdakwa 

“Saya belaka menerima tiga nama yang lolos dari Pansel diantaranya Adnan juga saya memilih beliau sebagai kadis Perkim,”

Ternate – Kepala daerah Maluku Utara (Malut) nonaktif, Abdul Gani Kasuba (AGK) dan juga ajudannya Ramdhani tak membantah penjelasan dari saksi kemudian mengakui mengajukan permohonan uang terhadap dua terdakwa Kadis PUPR Daud Ismail lalu Kadis Perkim Malut Adnan Hasanuddin.

"Saya, disuruh pak Pengelola untuk memohonkan bantuan terhadap Kadis Daud serta Adnan, kemudian merek transaksi melalui akun saya," kata Ramdhani serta sidang lanjutan pemeriksaan saksi tindakan hukum Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Ternate, Rabu.

Bahkan, sidang direalisasikan melalui zoom dengan AGK serta Ramdhani itu, AGK mengakui telah terjadi memerintah terhadap Ramadani untuk mengajukan permohonan bantuan kepada Daud maupun Adnan.

Baca Juga  Angka Perekonomian Digital Indonesia Capai Rp1,240 Ribu Miliar Dalam Setahun Terakhir

Tetapi, AGK ketika ditanya majelis apakah pada dirinya memerintahkan terhadap panitia Seleksi (Pansel) agar Adnan bisa saja mendapat nilai tertinggi.

"Saya semata-mata menerima tiga nama yang lolos dari Pansel diantaranya Adnan juga saya memilih beliau sebagai kadis Perkim," kata AGK.

Usai mendengar pernyataan para saksi juga tanggapan terdakwa majelis hakim yang dimaksud dipimpin Rommel Franciskus Tampubolon juga didampingi 4 anggota setiap-tiap 2 hakim Karier (Haryanta dan juga Kadar Nooh) lalu 2 hakim Ad hock (Moh Yacob dan juga Samhadi) menangguhkan sidang kemudian melanjutkan sidang pada Senin, 1 April 2024 dengan rencana pemeriksaan saksi dan juga Ahli yang dimaksud dihadiri PH terdakwa Adnan.

Sementara itu, pada sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Kadis PUPR Malut Daud Ismail dan juga mantan Kadis Perkim Malut Adnan Hasanuddin, JPU pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi Manager Bank Mandiri Pusat Perkotaan Ternate, Riski Firmansyah, Sopir Daud Ismail Renaldi dan juga Rina (Bendahara PUPR) juga Pemuka Malut nonaktif Abdul Gani Kasuba (AGK) kemudian Ajudannya Ramadani Ibrahim secara virtual.

Baca Juga  Parah! Guru Ngaji Di Semarang Ditangkap Diduga Cabuli Santri, Korbannya Banyak

Riski pada kesaksian, memaparkan berdasarkan bukti rekapan Bank Mandiri dari tahun 2019- 2023 tercantum ribuan kali proses ke Rekening melawan nama Zaldi Kasuba serta Ramadani (Ajudan AGK) dengan total puluhan miliar.

Sementara Saksi Renaldi, mengungkapkan dirinya diminta oleh terdakwa Daud Ismail memerintahkan dirinya untuk memproduksi account dengan ATM platinum menghadapi nama dirinya.

"Setelah dibuat ada uang yang masuk dengan jumlah keseluruhan terkecil Rp50 jt serta yang tersebut terbesar Rp200 jt dengan total Rp2,3 miliar, tapi saya bukan tahu dari siapa pengirimnya, hanya saja diberitahu oleh Pak Daud (Terdakwa) ada uang yang tersebut masuk," ucapnya.

Baca Juga  Prabowo Temukan Dugaan Mark Up Anggaran Gila-gilaan di tempat Kemhan

Lanjut Renaldi, dari setiap uang yang mana masuk, dirinya diperintah oleh terdakwa Daud untuk mentransfer kembali ada yang digunakan ke Ramadani maupun ke Zaldi Kasuba.

"Dan ada beberapa kali dilaksanakan pengunduran tunai dengan total total Rp15 jt melawan perintah Pak Daud untuk membeli susu anaknya serta juga biaya operasional pak Daud," jelasnya.

Sedangkan Saksi Rina pada kesaksiannya, mengakui dirinya pernah beberapa kali diminta oleh pak Daud untuk mentransferkan uang ke Pak Pengelola melalui ajudannya.

"Uang yang digunakan ditransfer menggunakan uang perjalanan dinas dari pak Daud," terangnya.

Artikel ini disadur dari Gubernur nonaktif dan ajudan akui meminta uang ke dua terdakwa 

 

Check Also

Menko Polhukam bentuk kelompok khusus tangani persoalan hukum magang ke Jerman

Menko Polhukam bentuk kelompok khusus tangani persoalan hukum magang ke Jerman

“Ya pasti nanti akan kami bentuk grup khusus,” Yogyakarta – Menteri Koordinator Sektor Politik, Hukum …