Kemenparekraf: Kecap manis harus diperkenalkan ke luar negeri

Kemenparekraf: Kecap manis harus diperkenalkan ke luar negeri

Kecap itu menambah cita rasa, bukan sekadar pelengkap

lingkarpost.com – Jakarta – Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata juga juga Ekonomi Kreatif Erwita Dianti mengatakan bahwa kecap harus diperkenalkan ke luar negeri untuk menarik minat wisatawan mancanegara.

"Kecap itu menambah cita rasa, bukan sekadar pelengkap," kata Dian, sapaan akrab Dianti, menjadi pembicara dalam konferensi pers festival jajanan di area area Jakarta, Jumat.

Menurut Dian, kecap dengan rasa rempah khas Indonesia, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis mancanegara. Selain itu, industri kuliner Indonesia yang mana digunakan menggunakan kecap manis dapat menjadi salah satu daya tarik bagi turis untuk melakukan wisata kuliner.

Baca Juga  Kansas City Has a Massive Array of Big National Companies

"Sehingga orang datang ke di tempat tempat ini lalu merasakan makanan itu jadi ingin terus mencoba lagi," ucap Dian.

Usai berbincang dengan pihak penyelenggara festival, Dian mengatakan bahwa kecap Indonesia sudah berhasil menembus pasar Arab Saudi lalu wilayah Asia Tenggara, selaras dengan program pemerintah, yakni Indonesia Spice Up The World.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata juga Ekonomi Kreatif, Indonesia Spice Up The World adalah salah satu program pemerintah yang digunakan mana melibatkan lintas kementerian/lembaga, sebagai salah satu upaya meningkatkan pemasaran komoditas bumbu atau pangan olahan juga rempah Indonesia.

Baca Juga  Kecap kemudian sambal jadi benda wajib pada mobil Sarwendah

Kecap manis menjadi salah satu komoditas yang digunakan mana akan dipromosikan bersama kacang tanah sebagai bumbu pendukung.

"Kami akan membawa bumbu-bumbu ini, termasuk kecap, untuk membuka pasar di tempat dalam Timur Tengah, Australia, Eropa, kalau Belanda sudah, jadi kawasan Eropa lainnya, lalu ke Amerika Serikat," kata Dian.

Terdapat lebih banyak lanjut dari 100 pelaku usaha mikro, kecil, lalu menengah (UMKM) di area tempat sektor kuliner berpartisipasi dalam Festival Jajanan Bango (FJB) 2023. Jumlah peserta pada festival kali ini tambahan besar tinggi apabila dibandingkan FJB 2022 yang tersebut itu diikuti oleh 90 peserta UMKM.

Baca Juga  Resep sup vegan dengan tiga substansi ala Tiongkok

FJB sudah diselenggarakan secara rutin sejak 2005. Festival kuliner itu menyajikan ragam kuliner dari Sabang sampai Merauke. Pada festival tahun ini, penyelenggara FJB mengangkat tema, “Bangkitkan Sejuta Rasa Nusantara”.

Hal terbaru dalam FJB 2023 adalah pengalaman multisensori untuk membangkitkan sejuta rasa Nusantara. Melalui pengalaman multisensori tersebut, pengunjung diharapkan dapat terlarut dalam pesona kuliner Indonesia dengan memanfaatkan kelima indera.

FJB 2023 berlangsung dari 27–29 Oktober 2023 dalam Gelora Bung Karno, Jakarta.

 

Check Also

Sasa ramaikan event otomotif “Decemblar Kustom Weekender” di dalam di Ancol

Sasa ramaikan event otomotif “Decemblar Kustom Weekender” di dalam Ancol

Lingkar Post – Ibukota – Korporasi makanan juga bumbu masakan, PT Sasa Inti menyapa penggemar …