Terungkap, Militer tanah negara Israel Tembaki Warganya Sendiri yang dimaksud Disandera kelompok gerakan Hamas

Terungkap, Militer tanah Israel Tembaki Warganya Sendiri yang Disandera kelompok Hamas

Lingkar Post – Sebuah fakta mencengangkan terungkap pada sebuah rekaman audio yang tersebut bocor untuk media negara Israel Ynet. Dalam rekaman terkuak bahwa Militer negeri Israel menembaki warganya sendiri yang dimaksud menjadi tawanan Hamas.

Rekaman pernyataan yang disebutkan merupakan hasil dari konferensi antara otoritas negeri Israel dengan warganya yang sudah dibebaskan oleh kelompok Hamas beberapa waktu lalu juga kerabat dari sandera yang masih ditahan, beberapa waktu lalu.

Dalam rekaman itu, manusia sandera perempuan yang dimaksud sudah dibebaskan menyatakan bahwa dirinya ditawan pada tempat persembunyian kelompok Hamas yang tersebut dibom Israel. Hingga akhirnya, dia teluka.

Baca Juga  Tak Ada Hubungan Diplomatik, Kok Bisa RI-Israel Berdagang?

“Faktanya adalah saya berada di dalam tempat persembunyian yang mana dibom, serta kami harus diselundupkan keluar, kemudian kami terluka. Itu belum termasuk helikopter yang mana menembaki kami pada perjalanan ke Gaza.”

Ia mengungkapkan bahwa fakta dirinya dengan sandera lainnya juga menjadi sasaran operasi Militer negara Israel dalam Gaza.

“Kalian mengklaim bahwa ada intelijen. Namun, faktanya kami ditembaki. Suami saya terpisah dari kami tiga hari sebelum kami kembali ke negara Israel lalu dibawa ke terowongan (Hamas).”

Dalam pertemuan tersebut, beberapa jumlah sandera yang tersebut sudah pernah dibebaskan kelompok Hamas lalu kerabat dari sandera yang tersebut belum dibebaskan organisasi Hamas mengungkapkan ketidakpuasan untuk Pertama Menteri tanah Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Juga  Baru Diresmikan Jokowi, Papua Barat Punya Pabrik Gas Raksasa!

Mereka mengatakan, serangan udara negara Israel di area Daerah Gaza menyebabkan mereka itu terancam. Bahkan sandera lainnnya yang tersebut dibebaskan mengungkapkan bahwa mereka tak takut dengan Hamas, tetapi yang mana dikhawatirkan adalah Militer negara Israel terhadap sandera lalu tawanan.

“Kami berada di dalam terowongan, takut bukanlah lantaran kelompok Hamas yang mana akan membunuh kami, tetapi Israel. Lalu, dia (Israel) akan menyatakan bahwa gerakan Hamas yang mana membunuh kalian. Jadi, saya sangat mendesak agar pertukaran tahanan dimulai sesegera mungkin saja lalu semua orang harus kembali ke rumah,” ujarnya.

Baca Juga  Inisiatif Boikot Sistem negeri Israel Berhasil, Kerugiannya Fantastis

Setelah masa jeda kemanusiaan, tepatnya pada 1 Desember 2023, negeri Israel kembali melanjutkan serangan militer di dalam Jalur Gaza. Setidaknya 17.177 warga Palestina meninggal dunia kemudian lebih banyak dari 46.000 lainnya terluka di serangan udara serta darat negeri Israel di area Jalur Kawasan Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Sementara, korban tewas dalam pihak negeri Israel disebut-sebut mencapai 1.200 orang. (Antara)

 

Check Also

Buka puasa bersatu Partai Demokrat dan juga Prabowo Subianto

Artikel ini disadur dari Buka puasa bersama Partai Demokrat dan Prabowo Subianto Baca Juga  Amerika …