Cara Cegah Sakit Menstruasi dengan Pil KB: Gak Cuma Cegah Hamil

Cara Cegah Sakit Menstruasi dengan Pil KB: Gak Cuma Cegah Hamil

lingkarpost.com Bagi perempuan sakit haid sebelum datang bulan sangat mengganggu aktivitas juga menurunkan produktivitas. Kondisi ini disebabkan oleh Pre-Menstrual Syndrome alias PMS, dan juga jarang orang yang tahu gejala ini bisa saja kurangi dengan alat kontrasepsi pil KB.

Sekedar informasi, PMS atau sindrom pramenstruasi adalah gejala-gejala yang digunakan dialami wanita sebelum memasuki masa menstruasi. Gejala yang disebut dapat sebagai perubahan fisik, perilaku, kemudian emosi.

Head of Medical Department Pharmaceuticals Bayer Indonesia, dr. Dewi Muliatin Santoso menjelaskan gejala sakit PMS disebut dengan Gejala Pramenstruasi dan Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) atau gejala pramentruasi parah meliputi kecemasan juga serangan panik, mudah marah kemudian tersinggung, suasana hati yang dimaksud buruk lalu perasaan tertekan, perubahan nafsu makan, yang tersebut dapat mengganggu kehidupan sehari-hari jelang perempuan alami datang bulan.

Baca Juga  Gumpalan Darah Besar Saat Haid Bahaya Enggak Sih? Hal ini Kata Dokter Obgyn

Bahkan penelitian menyebutkan PMDD dapat menimbulkan permasalahan pada kulit, pernapasan, penglihatan lalu pencernaan.

Ilustrasi menstruasi tak teratur (Pexels/Andrea Piacquadio).
Ilustrasi menstruasi tidak ada teratur (Pexels/Andrea Piacquadio).

“Sebelum atau selama haid, perempuan kerap kali mengalami PMS maupun gejala tambahan parah yang digunakan biasa disebut PMDD, yang dimaksud dapat mempengaruhi kesehatan perempuan secara menyeluruh. Namun sayangnya, hal ini seringkali diabaikan atau dianggap sepele oleh masyarakat,” ujar dr. Dewi melalui keterangan Bayer Indonesia yang diterima suara.com, Kamis (9/11/2023).

Selain itu, data juga menunjukkan sekitar 6 jt perempuan di tempat seluruh dunia menderita PMDD. Bahkan diperkirakan nomor sesungguhnya lebih besar besar lantaran banyak perempuan tak melaporkan gejalanya akibat khawatir pandangan negatif. Hingga akhirnya bisa jadi berdampak besar lalu berkepanjangan pada kesehatan perempuan selama masa reproduksi.

Baca Juga  Semua Pasien Cacar Monyet Indonesia Lelaki, Perempuan Berisiko Tertular?

Kabar baiknya, dr. Dewi mengatakan untuk perempuan yang sudah menikah pil KB modern seperti Drospirenon bisa jadi bantu meredakan gejala PMS dan juga PMDD. Hal ini sesuai dengan penelitian yang digunakan mengalami pil KB menunjukkan hasil  menjanjikan dalam membantu mengatur hormon yang tersebut berperan dalam PMS kemudian PMDD.

Drospirenon adalah kontrasepsi oral (minum) kombinasi mengandung drospirenon yang digunakan bukan semata-mata mencegah kehamilan, tapi juga bermanfaat untuk kecantikan sebab mencegah timbulnya jerawat akibat perubahan hormon.

Baca Juga  Penderita PCOS Harus Lakukan Bayi Tabung Agar Bisa Hamil? Dokter Kandungan Bilang Begini

Drospirenon mempunyai sifat seperti Progesteron yang dimaksud membantu mengatur proses lalu siklus menstruasi. Ini adalah satu-satunya kontrasepsi hormonal yang mana telah dilakukan menjalani uji coba besar dan juga terkendali, hingga terbukti efektif mengatasi PMDD.

“Pil KB modern yang digunakan mengandung Drospirenon memegang peran penting dalam membantu perempuan mencapai kondisi kesehatan reproduksi yang digunakan lebih tinggi baik. Namun, perlu diingat bahwa pil ini hanya sekali mampu diperoleh melalui resep dokter. Oleh dikarenakan itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya,” pungkas dr. Dewi.

Check Also

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah pandemi Covid-19

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah Covid-19

Lingkar Post – Publik diminta tidak ada perlu khawatir dengan adanya ancaman infeksi pneumonia mycoplasma …