Warga India Rebutan Cari Pekerjaan pada negeri tanah Israel Tak Peduli Perang Kawasan Kawasan Gaza Berkecamuk

Warga India Rebutan Cari Pekerjaan pada negeri Israel Tak Peduli Perang Kawasan Gaza Berkecamuk

Lingkar Post NEW DELHI – Warga India mengantre panjang demi untuk mendapatkan pekerjaan di dalam negeri Israel ketika konflik dengan organisasi Hamas terus berlanjut. Para pencari kerja jika India ini mengatakan, risiko yang dimaksud mengancam jiwa bagi mereka tambahan baik daripada kelaparan pada negara sendiri.

Mereka mencoba mengisi kekurangan tenaga kerja pada negeri Israel yang digunakan diperburuk oleh hampir empat bulan pertempuran melawan militan Palestina pada Gaza. Di sisi lain dunia usaha terbesar kelima di area dunia dan juga salah satu negara yang dimaksud paling cepat berkembang, India masih kesulitan menciptakan pekerjaan penuh waktu serta pendapatan yang mana cukup bagi jutaan orang.

Baca Juga  Hizbullah serang lokasi-lokasi militer tanah Israel dekat perbatasan

Bagi banyak orang India yang dimaksud mengantre, dimana kebanyakan adalah pria, kesempatan pekerjaan pembangunan terampil dalam negara Israel – serta upah hingga 18 kali tambahan tinggi – melebihi ketakutan mereka.

“Jika ditulis pada takdir kita untuk mati, kita akan meninggal di area sana – setidaknya anak-anak kita akan mendapatkan sesuatu,” kata Jabbar Singh yang merupakan mekanik kendaraan beroda dua motor.

Baca Juga  Hutama Karya garap dua proyek baru dalam IKN senilai Rp1,1 triliun

“Semua ini lebih lanjut baik daripada kelaparan di area sini,” sambung Jabbar Singh yang tersebut berdesakan di area antara kerumunan para pencari kerja di tempat pusat pelatihan juga tempat perekrutan di tempat Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh.

Sementara itu sebagai informasi tingkat pengangguran perkotaan pada India mengalami penurunan menjadi 5,1% pada Juli 2022-Juni 2023, dari 6,6% antara bulan yang mirip tahun sebelumnya.

Baca Juga  Presiden Sisi tegaskan Mesir tolak pemindahan paksa warga Palestina

Selama periode yang dimaksud sama, hampir 22% tenaga kerja India diklasifikasikan sebagai “tenaga kerja lepas”, dengan upah bulanan rata-rata 7.899 rupee (USD95), menurut hitungan pemerintah.

Desainer ubin India, Deepak Kumar mengeluhkan, kesulitan dalam tempat ini adalah “bekerja selama empat hari, makan selama dua hari”.

 

Check Also

Pelesiran pada Luar Negeri Makin Nyaman dengan Mengaktifkan Kartu Debit BRI lewat BRImo

Pelesiran pada Luar Negeri Makin Nyaman dengan Mengaktifkan Kartu Debit BRI lewat BRImo

Lingkar Post – JAKARTA – Berlibur ke luar negeri tentu tak lepas dengan berbagai keperluan …