9 Fakta Terkini Perang Gaza: tanah negara Israel Menggila-RI Teriak Ini adalah adalah

9 Fakta Terkini Perang Gaza: tanah Israel Menggila-RI Teriak Ini adalah

Lingkar Post

  • 1. Negeri Paman Sam Mulai emosi ke negeri Israel
  • 2. Netanyahu ‘disemprot’ tokoh negara Israel
  • 3. Perang berlanjut
  • 4. Indonesia tuntut tanah Israel ke pengadilan internasional
  • 5. Hizbullah tuding Amerika Serikat dalam balik berlanjutnya peperangan
  • 6. Sekjen PBB kecewa berat peperangan lanjut
  • 7. negeri Israel setop kegiatan agrikultur di area Daerah Gaza
  • 8. Progres negosiasi baru
  • 9. kelompok Hamas buka-bukaan alasan konflik lanjut

Jakarta – Perang antara negara Israel lalu kelompok bersenjata Palestina, Hamas, masih terus berlangsung.

Saat ini, militer tanah Israel kembali mengintensifkan serangan ke Wilayah Gaza untuk menghancurkan kelompok Hamas yang digunakan sudah pernah menyerang Selatan negara itu pada 7 Oktober lalu.

Berikut perkembangan terbarunya seperti dirangkum CNBC Indonesia, hari terakhir pekan (1/12/2023):

1. Negeri Paman Sam Mulai emosi ke Israel

Amerika Serikat (AS) mulai memberikan tekanan terhadap negeri Israel berhadapan dengan perangnya dalam Gaza. Hal ini dilontarkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Anthony Blinken pada konferensi kabinet konflik Israel, Kamis (30/11/2023).

Dalam kesempatan itu, Blinken menegaskan negeri Israel kekurangan “motif” untuk mempertahankan perjuangan melawan gerakan Hamas selama berbulan-bulan. Ia juga menggarisbawahi bahwa Tel Aviv perlu mengubah taktik perangnya untuk konfrontasi dalam Selatan Gaza.

“Anda tidaklah dapat beroperasi di area Kawasan Gaza selatan seperti yang tersebut Anda lakukan pada utara. Ada dua jt warga Palestina dalam sana,” kata Blinken, menurut terjemahan dari bahasa Ibrani yang tersebut diposting oleh Times of negara Israel dan juga diwartakan Russia Today.

“Anda perlu mengevakuasi tambahan sedikit orang dari rumah mereka, lebih lanjut akurat pada melakukan serangan, tak menyerang sarana PBB, juga menjamin bahwa ada cukup kawasan lindung,” tambah diplomat Negeri Paman Sam tersebut. “Dan apabila tidak? Kemudian tidaklah menyerang di tempat tempat yang mana terdapat penduduk sipil.”

Ketika Menteri Perlindungan Yoav Gallant menyatakan bahwa seluruh penduduk negara Israel bersatu menyokong tujuan pembongkaran Hamas, “meskipun itu memakan waktu berbulan-bulan,” Blinken menjawab, “Saya rasa Anda bukan pantas mendapatkan motivasi berhadapan dengan hal itu.”

Kutipan yang bocor yang dimaksud juga mengungkapkan bahwa negara Israel tiada ingin Otoritas Palestina memerintah Gaza. Utama Menteri negeri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan lembaga itu sudah mendukung, mendidik, juga mendanai teror.

Baca Juga  MER-C serukan pemimpin dunia bersatu hentikan genosida pada Kawasan Gaza

“AS memahami hal itu, tetapi negara-negara lain di tempat kawasan ini perlu mengetahui apa yang dimaksud Anda rencanakan. Cara terbaik untuk mematikan sebuah ide adalah dengan menghadirkan ide yang dimaksud lebih besar baik,” tipal Blinken melawan pernyataan Netanyahu itu.

2. Netanyahu ‘disemprot’ tokoh Israel

Perdana Menteri (PM) negara Israel Benjamin Netanyahu akhir-akhir ini menemui banyak tekanan. Ini adalah terkait dengan metode mengatasi krisis yang dimaksud terjadi di tempat negara itu sesaat setelahnya mengibarkan bendera peperangan terhadap milisi Daerah Gaza Palestina, Hamas, pada 7 Oktober lalu.

Kondisi ini pun memproduksi tekanan padanya muncul dari di negeri Israel. Dalam laporan Reuters, umum negara Israel telah dilakukan mengamuk untuk beberapa menteri di dalam kabinet Netanyahu kemudian menyalahkan mereka sebab gagal menghindari serangan kelompok Hamas dalam tanah Israel 7 Oktober lalu, yang dimaksud menewaskan 1.200 orang, menculik 240 orang lagi serta melanda negara itu di perang.

Di Israel, tekanan pun mulai ditunjukan oleh para politisi senior. Tercatat, tiga mantan PM telah dilakukan memohonkan Netanyahu untuk turun takhta.

Dalam sebuah wawancara 24, Mantan PM tanah Israel Ehud Barak mengungkapkan bahwa Netanyahu tidaklah mempunyai kepercayaan dari rakyat negara Israel maupun tentara menyusul serangan dahsyat yang diadakan Hamas.

“Saya tidak ada percaya rakyat mempercayai Netanyahu untuk mengawasi ketika ia berada dalam bawah beban kejadian dahsyat yang dimaksud baru hanya terjadi pada masa jabatannya,” katanya terhadap Observer.

“Netanyahu harus mengundurkan diri sekarang. Pemerintahannya tiada berfungsi.”

Senada dengan Barak, mantan PM lainnya, Yair Lapid, telah terjadi memohonkan Netanyahu untuk mundur “segera”. Menurutnya, Netanyahu tak akan mampu lagi menjadi pemimpin kampanye negara itu melawan Hamas.

“Netanyahu harus segera pergi… Kita butuh perubahan, Netanyahu tak dapat tetap saja menjadi PM,” kata Lapid pada hari Rabu di sebuah wawancara dengan saluran berita Israel.

“Kami tidak ada bisa jadi membiarkan diri kami melakukan kampanye jangka panjang pada bawah PM yang mana telah lama kehilangan kepercayaan masyarakat.”

Mantan PM lainnya, Ehud Olmert, juga mengambil bagian menerbitkan pendapat memberikan penentangan pada Netanyahu. Ia mengungkapkan pemimpin ketika ini merupakan bahaya bagi negara Israel kemudian berpendapat bahwa tujuan mereka itu seharusnya adalah melanjutkan perundingan yang digunakan mengarah pada pembentukan negara Palestina.

“(Netanyahu) telah dilakukan menyusut. Dia hancur secara emosional, itu telah pasti. Maksudku, sesuatu yang dimaksud buruk terjadi padanya. Bibi (panggilan Netanyahu) telah dilakukan bekerja sepanjang hidupnya dengan alasan palsu bahwa ia adalah Tuan Keamanan. Ia Tuan Omong kosong,” katanya.

Baca Juga  JK Sebut Esemka Boong-Boongan lalu 90% Nikel RI Dikuasai China

“Setiap menit ia menjadi PM, beliau merupakan bahaya bagi Israel. Aku sungguh-sungguh bersungguh-sungguh. Saya yakin orang Amerika paham bahwa beliau berada di kondisi yang buruk.”

3. Perang berlanjut

Perang antara tanah Israel serta kelompok Hamas di tempat Gaza, Palestina berlanjut. Tak ada pengumuman gencatan senjata terbaru.

Pengumuman perpanjangan gencatan senjata seharusnya diharapkan terjadi hari terakhir pekan pukul 07.00 pagi waktu setempat atau sekitar pukul 12.00 WIB. Mediator Qatar serta Mesir juga tak memberi pernyataan.

Mengutip Al Jazeera lalu The Guardian, militer tanah Israel pun telah lama memberi pernyataan melanjutkan perang. IDF menyatakan kelompok Hamas telah terjadi melanggar gencatan senjata juga menembak roket ke wilayah Israel.

“Roket telah dilakukan diperkenalkan dari Daerah Gaza kemudian berhasil dicegat,” kata negeri Israel dimuat laman yang mana sama.

Dilaporkan Reuters, sirene telah terjadi berbunyi di tempat perbatasan dengan Jalur Gaza, sekitar satu jam sebelum perpanjangan gencatan senjata antara kelompok Hamas lalu tanah Israel akan berakhir.

4. Indonesia tuntut tanah Israel ke pengadilan internasional

Indonesia resmi menyampaikan dukungannya untuk menuntut negara Israel ke pengadilan internasional, termasuk Mahkamah Internasional. Ini adalah diutarakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di pidatonya di tempat markas PBB, New York, AS, 28 November.

Dalam transkrip isi pidato yang tersebut dilihat CNBC Indonesia, hari terakhir pekan (1/12/2023), RI menyerukan negara-negara pada dunia membuka mata pada apa yang mana dilaksanakan tanah Israel di area Gaza, Palestina. Standar ganda, ujarnya, telah terjadi terjadi ketika sebagian negara dunia meninjau persoalan ini.

“Bolehkah saya bertanya? Apakah tindakan negara Israel konsisten dengan hukum internasional? Apakah ini konsisten dengan hukum humaniter internasional?,” ujar Retno di kesempatan itu.

“Marilah kita jujur pada diri kita sendiri pada menjawab pertanyaan-pertanyaan ini,” tambahnya.

“… Kita juga harus menyerukan standar ganda di penerapan hukum internasional yang mana secara penting mengurangi kekuatan kesucian hukum itu sendiri,” jelasnya.

“Oleh dikarenakan itu Indonesia mengupayakan upaya menjamin akuntabilitas negeri Israel di dalam berbagai forum terkait termasuk Mahkamah Internasional,” tambahnya lagi.

5. Hizbullah tuding Amerika Serikat dalam balik berlanjutnya perang

Ali Damoush, perwakilan ketua komite eksekutif Hizbullah, mengungkapkan negara Israel melanjutkan agresinya di tempat Kawasan Gaza berdasarkan tindakan AS.

“Perang ini sejak awal adalah pertempuran Amerika melawan rakyat Palestina, kemudian semua tempat Amerika dan juga jalannya insiden menunjukkan bahwa Amerika bukanlah cuma mitra, namun juga pengambil langkah di permasalahan ini,” katanya di sebuah pernyataan. pada aplikasi mobile perpesanan Telegram.

Baca Juga  Sumber: Netanyahu beritahu Blinken akan bangun zona netral di area Daerah Gaza

Agresi lalu negara Israel adalah alat yang dimaksud mengimplementasikan tindakan AS, tambahnya.

Ia juga mengatakan: “Perlawanan pada Kawasan Gaza dan juga di area seluruh wilayah tidak ada akan membiarkan tanah Israel mencapai tujuan merek di konflik ini juga tidaklah akan membiarkan Amerika serta negara Israel menguasai wilayah tersebut.”

6. Sekjen PBB kecewa berat pertempuran lanjut

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyesalkan kembali terjadinya pertempuran di area Daerah Gaza dan juga berharap jeda pertempuran dapat diperpanjang.

“Kembalinya permusuhan semata-mata menunjukkan betapa pentingnya gencatan senjata kemanusiaan yang tersebut sejati,” kata Guterres pada sebuah postingan di area X.

7. negeri Israel setop kegiatan agrikultur di area Gaza

Radio Angkatan Darat negara Israel mengungkapkan bahwa pekerjaan pertanian sudah pernah dilarang dalam tempat yang mana dekat dengan tembok pemisah dengan Gaza.

Dikatakan di sebuah unggahan di X bahwa aturan baru ini berlaku di tempat wilayah di jarak 7 km dari pagar dikarenakan dimulainya kembali peperangan antara Tel Aviv serta Hamas.

8. Progres negosiasi baru

Negara yang tersebut menjadi penengah konflik Israel-Hamas, Qatar, sudah mengkonfirmasi bahwa negosiasi antara gerakan Hamas lalu negara Israel terus berlanjut “dengan tujuan untuk kembali ke masa jeda”.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan “penyesalan mendalam” berhadapan dengan pemboman baru yang dijalankan negara Israel dalam Wilayah Gaza dengan mengungkapkan hal itu mempersulit upaya mediasi kemudian “memperburuk bencana kemanusiaan di area Jalur Gaza”.

Kementerian juga memohonkan komunitas internasional untuk bertindak “cepat” untuk menghentikan kekerasan.

9. gerakan Hamas buka-bukaan alasan pertempuran lanjut

Hamas menyatakan bahwa negara Israel menolak tawaran untuk mengurangi lebih banyak banyak tawanan kemudian mayat sebuah keluarga negara Israel yang tersebut tewas di serangan udara yang dimaksud diadakan negara itu dalam Gaza.

“Kami menawarkan untuk menyerahkan jenazah keluarga Bibas, membebaskan ayah merek sehingga ia dapat bergabung dan juga pada pemakaman mereka, kemudian menyerahkan dua tahanan Israel,” kata kelompok itu di sebuah pernyataan.

Israel menolak “semua tawaran ini sebab mereka itu telah dilakukan [membuat] tindakan sebelumnya untuk melanjutkan agresi kriminalnya terhadap Jalur Gaza,” tambahnya.

Artikel Selanjutnya 7 Update Perang Hamas-Israel: Gencatan Senjata-Respons Global

Check Also

Terungkap, Militer tanah negara Israel Tembaki Warganya Sendiri yang dimaksud Disandera kelompok gerakan Hamas

Terungkap, Militer tanah Israel Tembaki Warganya Sendiri yang Disandera kelompok Hamas

Lingkar Post – Sebuah fakta mencengangkan terungkap pada sebuah rekaman audio yang tersebut bocor untuk …