Hati-hati Diabetes Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf, Ini adalah adalah 3 Tanda Utamanya!

Hati-hati Diabetes Bisa Sebabkan Kerusakan Saraf, Ini adalah 3 Tanda Utamanya!

Lingkar Post – Banyak orang masih belum sadar efek samping penyakit gula bisa saja memicu beberapa penyakit, salah satunya neuropati perifer alias kehancuran sistem saraf. Bahaya bukan ya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital BSD, dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD menjelaskan neuropati perifer adalah gangguan yang tersebut terjadi ketika saraf yang tersebut termasuk di sistem saraf perifer mengalami kerusakan.

Sistem saraf perifer sendiri merupakan kumpulan saraf yang tersebut terletak di area luar otak lalu sumsum tulang belakang yang dimaksud bertugas mengirimkan sinyal dari tubuh ke otak.

Kinerja sistem saraf ini juga juga bekerja sebaliknya, mengirimkan perintah dari otak ke berbagai bagian tubuh. Kumpulan saraf ini meliputi saraf dengan fungsi sensorik, motorik, kemudian otonom.

Baca Juga  Ahli gizi bagikan lima kiat kurangi risiko diabetes 
Ilustrasi diabetes mellitus (Pexels/Nataliya Vaitkevich)
Ilustrasi hiperglikemia (Pexels/Nataliya Vaitkevich)

“Ketika sistem saraf perifer rusak, tentu akan mengganggu proses kerja saraf-saraf yang disebutkan baik sebagian atau sepenuhnya hingga menyebabkan keluhan yang dimaksud bervariasi pada organ tubuh yang mana berbeda,” ujar dr. Jimmy melalui keterangan yang tersebut diterima suara.com, Hari Sabtu (25/11/2023).

Ia juga membenarkan apabila sebagian besar perkara neuropati perifer berasal dari pasien diabetes. Sehingga untuk mencegahnya, maka sebaiknya segera menurunkan risiko terkena diabetes.

“Mengontrol kadar gula darah adalah kunci untuk menjaga Anda dari diabetes. Batasi asupan gula harian sesuai rekomendasi Kemenkes dan juga imbangi dengan asupan nutrisi dan juga vitamin lainnya, juga asupan cairan yang dimaksud cukup,”

Baca Juga  Benarkah Nasi Dingin Lebih Sehat Untuk Diabetes Dibanding Nasi Panas? Ini Kata Dokter

Menurut dr. Jimmy, berolahraga rutin juga dapat membantu menurunkan kadar gula berlebih di area pada tubuh, sehingga disarankan lakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu, atau minimal 30 menit sebanyak 5 kali pada seminggu.

“Jangan lupa untuk mengukur kadar gula darah dengan rutin, Anda bisa saja melakukannya dengan menemui dokter di tempat rumah sakit atau secara mandiri menggunakan glukometer,” pungkasnya.

Berikut ini beberapa gejala neuropati perifer berdasarkan saraf sensorik, saraf otonom serta saraf motorik yang mana perlu diketahui:

1. Ciri Gangguan Saraf Sensorik

  • Timbul rasa kesemutan atau bahkan terhenti rasa pada beberapa anggota tubuh.
  • Sensasi seperti menggunakan sarung tangan atau kaos kaki yang digunakan tebal.
  • Sensitif pada rasa sakit bahkan pada sentuhan lembut sekalipun.
  • Berbagai macam rasa nyeri, seperti nyeri tajam seperti ditusuk, nyeri seperti terbakar, atau nyeri seperti disetrum.
  • Hilangnya rasa kepekaan baik terhadap suhu panas maupun dingin.
  • Timbulnya gangguan keseimbangan sehingga sulit menjaga pose kemudian gerak tubuh.
Baca Juga  Cegah Bonus Demografi Malah Jadi Beban Kesehatan, Cakupan Vaksinasi Influenza Harus Ditingkatkan

2. Ciri Gangguan Saraf Motorik

  • Rasa kelemahan pada otot-otot tubuh, terkadang hingga menjadi kelumpuhan.
  • Otot-otot menjadi mengecil.
  • Kontraksi otot yang tak terkontrol sehingga memunculkan kram.

3. Ciri Gangguan Saraf Otonom

  • Penurunan tekanan darah secara secara tiba-tiba atau peningkatan denyut jantung.
  • Berkeringat berlebihan atau ketidakmampuan untuk berkeringat.
  • Masalah pada sistem pencernaan lalu saluran kemih.

 

Check Also

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah pandemi Covid-19

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah Covid-19

Lingkar Post – Publik diminta tidak ada perlu khawatir dengan adanya ancaman infeksi pneumonia mycoplasma …