Kemenkeu ajak kaum muda perkuat literasi keuangan sebelum berinvestasi

Kemenkeu ajak kaum muda perkuat literasi keuangan sebelum berinvestasi

lingkarpost.com – Jakarta – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan lalu Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajak kalangan anak muda agar memperkuat literasi tentang keuangan sebelum berinvestasi agar tiada ada terjerat dalam praktik penyetoran modal ilegal.

"Anak-anak muda atau mahasiswa sanggup belaka membimbing diri memperkuat literasi keuangan dengan mencari sumber-sumber informasi terpercaya yang tersebut dimaksud menyediakan informasi yang mana dimaksud benar mengenai investasi," kata Kepala Subdirektorat Mitigasi Risiko APBN DJPPR Kemenkeu Albertus Kurniadi Hendartono sebagai narasumber dalam acara in talks to community bertema "Learning Cultur, For Better Future: Aktif, Smart, kemudian Bijak Keuangan" pada Jakarta, Kamis.

Baca Juga  Indonesia juga Singapura mulai interkoneksi pembayaran QR antarnegara

Ia mengatakan, banyak praktik pengerjaan dunia usaha ilegal alias bodong yang itu menjerat rakyat telah lama lama berimbas pada kerugian langsung secara ekonomi, biaya lembaga sekolah untuk anak, juga lainnya.

Oleh sebab itu, anak muda sebagai generasi terpelajar mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan contoh berinvestasi yang mana mana baik bagi masyarakat.

Baca Juga  Bank Saqu jelaskan persoalan bunga simpanan tinggi hingga 10 persen

Albertus mengatakan, Kemenkeu terus menggerakkan peningkatan literasi keuangan warga terutama anak muda atau remaja guna menciptakan generasi yang digunakan cerdas dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Ia menyebutkan, salah satu upaya dengan menyediakan instrumen berbentuk kegiatan InFest Inkubasi yang digunakan melibatkan anak-anak muda untuk menciptakan hasil atau instrumen guna membantu komunikasi kepada umum terkait investasi.

"Komunikasi itu terkait bagaimana pentingnya investasi, pengelolaan keuangan, bagaimana agar kreatif dalam mengelola pendapatan, belanja, investasi," katanya.

Baca Juga  Penerimaan pajak capai 88 persen

Albertus menambahkan, DJPPR juga terus mengupayakan upaya relawan atau pegiat komunitas literasi untuk media literasi bagi anak-anak melalui permainan-permainan (games).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada 2022 indeks literasi keuangan penduduk Indonesia yaitu sebesar 49,68 persen, naik dibandingkan 2013, 2016 lalu 2019 yang digunakan masing-masing hanya sekali sekali 21,84 persen, 29,70 persen, lalu 38,03 persen.

Check Also

Rupiah melemah tipis seiring bursa nantikan rilis data tenaga kerja Negeri Paman Sam

Rupiah melemah tipis seiring bursa nantikan rilis data tenaga kerja Negeri Paman Sam

Lingkar Post – Ibukota – Rupiah pada akhir perdagangan hari Hari Hari Jumat melemah tipis …