Pakar: Pembaruan ekspor-investasi kunci Indonesia jadi negara maju

Pakar: Pembaruan ekspor-investasi kunci Indonesia jadi negara maju

Meningkatkan nilai ekspor dijalankan dengan mengolah ekspor komoditas mentah menjadi ekspor barang jadi.

Lingkar Post – Ibukota – Pengamat dunia usaha dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyatakan peningkatan nilai ekspor dan juga penyelenggaraan ekonomi menjadi kunci Indonesia terlepas dari jebakan negara berpendapatan menengah sehingga menjadi negara maju.

"Meningkatkan nilai ekspor diadakan dengan mengolah ekspor komoditas mentah menjadi ekspor hasil jadi," kata Esther untuk ANTARA di area area Jakarta, Jumat.

Selain meningkatkan ekspor hasil yang dimaksud dimaksud punya nilai tambah lalu mengupayakan lebih tinggi tinggi berbagai penyertaan modal masuk ke Indonesia, Esther menuturkan pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas lembaga institusi belajar untuk menciptakan sumber daya manusia yang tersebut yang dimaksud berkualitas yang digunakan dimaksud akan menghadirkan kemajuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Baca Juga  KPPN Kudus: Realisasi belanja kementerian/lembaga capai 81,26 persen

Menurut dia, ekspor Indonesia masih berbasis komoditas. Oleh karenanya, Indonesia harus melakukan pembaharuan dari ekspor barang mentah menjadi produk-produk jadi juga bernilai tambah.

Kemungkinan ekspansi ekspor Indonesia untuk produk-produk bernilai tambah tinggi perlu dioptimalisasi melalui proses pengolahan lebih besar lanjut komoditas berbasis sumber daya alam yang dimaksud mana didukung oleh pengerjaan sektor ekonomi pada sektor tersebut.

Strategi untuk mewujudkan hal yang dimaksud disebutkan antara lain memverifikasi rantai pasok (supply chain) lengkap dari substansi baku sampai dengan lapangan bisnis produsen barang jadi tersedia di Indonesia termasuk sektor pendukungnya.

Baca Juga  BSI: Kenaikan suku bunga BI menjaga daya beli penduduk

Infrastruktur pendukung kawasan bidang juga harus disediakan seperti listrik, air, energi juga jalan, perumahan, hingga sekolah untuk keluarga para karyawan pabrik.

Selanjutnya, regulasi harus konsisten, tak berbelit juga juga jelas untuk membantu kelangsungan semua bidang itu.

Transparansi penyelesaian permasalahan apabila ada persoalan hukum pada lapangan usaha terkait lalu melalui penanganan tindakan hukum cepat lalu jelas.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan berikrar terus mengupayakan pelaku usaha, khususnya eksportir dengan kebijakan yang mana dimaksud mempermudah juga menghilangkan hambatan ekspor produk-produk Indonesia pada memasuki bursa internasional.

"Tugas Kemendag (Kementerian Perdagangan) mengupayakan pelaku perniagaan eksportir. Oleh lantaran itu, aturan ekspor harus dipermudah, jangan sampai ada yang digunakan mana menghambat untuk peningkatan ekonomi Indonesia. Jika ada hambatan-hambatan ekspor laporkan saja," ujar Mendag pada waktu membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) ke-1 2023 pada Jakarta, Awal Akhir Pekan (6/3).

Baca Juga  Jokowi Bertemu Bos ExxonMobil, RI Dapat Investasi Rp233 T

Mendag bersyukur, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 54,53 miliar dolar Negeri Paman Sam sepanjang 2022. Kuantitas surplus yang dimaksud meningkat 19,11 miliar dolar Negeri Paman Sam atau 54 persen dari tahun sebelumnya.

Capaian ini merupakan partisipasi pelaku ekspor nasional. Sepanjang 2022, pelaku ekspor memberikan kontribusi sebesar 292 miliar dolar Amerika Serikat atau naik 26 persen dari tahun sebelumnya lalu juga secara signifikan menunjang surplus neraca perdagangan Indonesia.

 

Check Also

Kemenkeu: WP tak padankan NIK-NPWP berpotensi terkendala akses layanan

Kemenkeu: WP tak padankan NIK-NPWP berpotensi terkendala akses layanan

Lingkar Post – Ibukota – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan wajib pajak (WP) orang pribadi yang …