Laba J Trust Bank naik 30,8 persen jadi Rp111,3 miliar di area tempat kuartal III

Laba J Trust Bank naik 30,8 persen jadi Rp111,3 miliar di tempat kuartal III

Lingkar Post – DKI Jakarta – PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) membukukan laba bersih yang dimaksud dimaksud meningkat 30,84 persen year on year (yoy) menjadi senilai Rp111,34 miliar pada kuartal III- 2023, dibandingkan senilai Rp85,06 miliar pada periode yang dimaksud sejenis tahun sebelumnya.

"Peningkatan kinerja dipicu oleh perkembangan kredit bruto menjadi Rp23,60 triliun pada kuartal III- 2023, atau tumbuh 34,03 persen (yoy) dibandingkan sebelumnya Rp17,61 triliun pada periode sejenis tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai sebagaimana keterangan di area area Jakarta, Selasa.

Baca Juga  Bank Saqu jelaskan persoalan bunga simpanan tinggi hingga 10 persen

Ia melanjutkan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 26,16 persen (yoy) menjadi senilai Rp29,73 triliun pada kuartal III- 2023, dibandingkan sebelumnya Rp23,57 triliun pada periode sejenis tahun sebelumnya.

Kemudian, pendapatan bunga meningkat 56,85 persen (yoy) menjadi Rp1,83 triliun pada kuartal III- 2023, dibandingkan sebelumnya Rp1,17 triliun pada periode sebanding tahun sebelumnya.

Pada kuartal III- 2023, Fukadai mengumumkan perseroan mampu menjaga rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL) terus membaik, dengan NPL gross berada di dalam area level 1,50 persen kemudian NPL net berada pada 1,10 persen.

Baca Juga  ADB salurkan pinjaman 350 jt dolar membantu kegiatan Kemenkes RI

Lanjutnya, perseroan mampu menurunkan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dari 97,83 persen pada kuartal III- 2022 menjadi 94,14 persen pada kuartal III- 2023.

“Penurunan yang mana disebutkan menunjukkan bahwa perseroan mampu menjalankan operasinya dengan tambahan lanjut efisien pada tahun ini,” ujar Fukadai.

Lebih lanjut, Ia mengumumkan perseroan mampu menjaga permodalan masih cuma kuat, dimana Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 12,69 persen pada September 2023 dengan modal inti senilai Rp3,12 triliun.

"Kondisi modal inti perseroan yang digunakan dimaksud juga mampu masih memenuhi Peraturan OJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang dimaksud yang disebutkan mewajibkan bank miliki modal inti Rp3 triliun," ujar Fukadai.

Baca Juga  Geger! Bank Swiss Berkonspirasi Sembunyikan Rupiah 86,8 T

Pada tahun ini, perseroan miliki target penyaluran kredit bertambah mencapai 25 hingga 30 persen, dengan fokus melalui segmen Corporate Banking, Commercial & Small and Medium Enterprises (SME), Business Linkage, serta Consumer.

“Sedangkan, pada perkembangan DPK berupaya mencapai juga mengalami perkembangan berkisar 25 sampai 30 persen di area pada tahun 2023,” ujar Fukadai.

 

Check Also

Rupiah melemah tipis seiring bursa nantikan rilis data tenaga kerja Negeri Paman Sam

Rupiah melemah tipis seiring bursa nantikan rilis data tenaga kerja Negeri Paman Sam

Lingkar Post – Ibukota – Rupiah pada akhir perdagangan hari Hari Hari Jumat melemah tipis …