Rekind siap terlibat berpartisipasi dalam pengurangan emisi karbon nasional

Rekind siap terlibat berpartisipasi dalam pengurangan emisi karbon nasional

lingkarpost.com Jakarta – PT Rekayasa Industri (Rekind), bagian dari BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero), siap untuk memperkuat target nol emisi karbon (NZE) nasional melalui keterlibatan terlibat dalam proyek-proyek rancang bangun lalu kerekayasaan yang digunakan yang disebut berkelanjutan.

"Saya ingin menyampaikan bahwa rekayasa industri ataupun dunia engineering, procurement, and construction (EPC) yang digunakan dimaksud ada di dalam dalam Indonesia, kami siap untuk terlibat bergerak dalam proses mencapai tujuan net zero emissions (NZE)," kata SVP Power, Mineral Fertilizer & Overseas Commercial Rekind Mohamad Agung dalam diskusi rakyat yang digunakan dimaksud diadakan secara virtual pada Jakarta, Selasa.

Baca Juga  Biaya Haji Tahun Depan Ditetapkan Rp93,4 Juta, Jemaah Haji Bayar Mata Uang Rupiah 56 Juta

Agung mengatakan, Rekind mempunyai peran penting dalam pengerjaan sektor industri energi terbarukan pada Indonesia. Hal yang dimaksud ditunjukkan dari pencapaian Rekind yang tersebut digunakan sudah pernah terjadi membangun 60 persen proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di tempat tempat Indonesia, salah satunya termasuk PLTP Wayang Windu dalam Pangalengan, Jawa Barat, dengan total kapasitas terpasang sebesar 227 MW.

Rekind juga dinilai mampu menjadi akselerator untuk program NZE dalam Indonesia, terutama ditinjau dari pengalaman perusahaan EPC itu dalam membangun pabrik amonia di tempat area berbagai lokasi di dalam tempat Indonesia. Menurut dia, saat ini Rekind tengah mengarah pada rancang bangun pengembangan pabrik amonia hijau (green ammonia).

Baca Juga  eksekutif Terbitkan Dokumen Transisi Energi, Tapi Dikritik Karena Setengah Hati

"Ini (green ammonia) tidaklah melibatkan karbon. Kalau grey ammonia itu masih melibatkan karbon dalam prosesnya. Kalau green ammonia, karbon bukan ada terlibat baik itu menggunakan PLTP, PLTA, ataupun tenaga surya," kata Agung.

Sementara itu, Senior Project Manager Green Energy, Blue & Green Ammonia PT Pupuk Indonesia Rozikin Busro mengatakan bahwa EPC miliki peran penting dalam pengembangan teknologi hidrogen lalu amonia bersih mulai dari sisi hulu, produksi, hingga hilir.

"Dari sisi produksi, misalnya, ke depan peranan EPC sangat penting untuk bagaimana mampu mengimplementasikan atau mewujudkan membangun elektrolisis yang tersebut mana andal kemudian juga tepat guna, serta mempunyai efisiensi yang digunakan tinggi," kata Rozikin.

Baca Juga  Ketua Relawan Arus Bawah Jokowi di dalam Bangka Belitung Koordinasikan Tambang Timah Ilegal

Agung menambahkan, peran perusahaan EPC yang dimaksud andal dibutuhkan dalam rangka memajukan industri pada Indonesia kemudian mencapai tujuan NZE pada 2060. Keandalan tersebut, menurut dia, bukan semata-mata semata ditinjau dari aspek teknik (engineering) melainkan juga dari aspek seluruh proses bidang usaha EPC.

Yang tak kalah penting, lanjut dia, diperlukan keterlibatan sumber daya manusia yang ahli dalam industri EPC. Dengan begitu, industri EPC dapat memberikan manfaat multiplier dari sisi sosial, ekonomi, bahkan transfer pengetahuan kemudian teknologi.

 

 

Check Also

Pelesiran pada Luar Negeri Makin Nyaman dengan Mengaktifkan Kartu Debit BRI lewat BRImo

Pelesiran pada Luar Negeri Makin Nyaman dengan Mengaktifkan Kartu Debit BRI lewat BRImo

Lingkar Post – JAKARTA – Berlibur ke luar negeri tentu tak lepas dengan berbagai keperluan …