Indef: EPC berperan penting untuk wujudkan NZE di area tempat sektor industri

Indef: EPC berperan penting untuk wujudkan NZE di tempat sektor industri

Kegiatan rancang bangun ini merupakan hal krusial dalam pentahapan transisi energi pada industri dikarenakan EPC menjadi fase pendahuluan dalam penyelenggaraan sektor industri

lingkarpost.com Jakarta – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus memandang bahwa perusahaan rancang bangun lalu kerekayasaan (engineering, procurement, and construction/EPC) berperan penting untuk mewujudkan target emisi nol bersih (NZE) pada sektor industri.

"Kegiatan rancang bangun ini merupakan hal krusial dalam pentahapan transisi energi pada industri oleh sebab itu EPC menjadi fase pendahuluan dalam penyelenggaraan sektor industri," kata Ahmad dalam diskusi rakyat yang dimaksud digunakan diadakan secara virtual pada Jakarta, Selasa.

Baca Juga  Jelang Tahun Politik, Menkeu Sri Mulyani Bilang Begini

Ahmad mengingatkan, saat ini banyak sektor industri yang mana digunakan berkontribusi dalam perkembangan proyek-proyek strategis nasional seperti bidang energi lalu infrastruktur. Sektor hal hal itu mayoritas juga menggunakan jasa EPC.

Menurut dia, hal hal itu seharusnya mampu dijadikan kesempatan bagi perusahaan EPC untuk mengembangkan juga menawarkan model rancang bangun yang mana digunakan ideal juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Di sisi lain, perkembangan proyek strategis nasional dinilai perlu tambahan dalam melibatkan jasa EPC domestik. Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya dalam tempat bidang industri manufaktur lalu juga konstruksi, juga harus menjadi pionir dalam transisi energi melalui kerja sejenis dengan EPC domestik.

Baca Juga  Rekind siap terlibat berpartisipasi dalam pengurangan emisi karbon nasional

"Dari sisi peluang, pengembangan pengaplikasian energi hijau ini juga ke depan akan dinilai semakin banyak, bervariasi, kemudian menyeluruh pada dalam berbagai sektor ekonomi. Kemudian, pengembangan EBT khususnya hidrogen hijau serta juga pengembangan pasar produk-produk industri," kata Ahmad.

Meski begitu, Ahmad juga bukan memungkiri bahwa terdapat beberapa orang tantangan industri EPC dalam menjalankan transisi menuju EBT. Tantangan-tantangan itu termasuk teknologi serta infrastruktur, substitusi impor, rantai pasok (supply chain), hingga pendanaan juga insentif.

"Terkait pendanaan lalu insentif, pemerintah perlu merumuskan insentif yang mana memberikan daya tarik terhadap pengembangan sumber-sumber energi yang digunakan hal itu berbasis EBT," ujar dia.

Baca Juga  Wamenaker: TASPEN hadirkan pembaharuan untuk mudahkan ASN di area Indonesia

Berdasarkan hasil analisis Indef, transisi energi pada tempat sektor industri dapat meningkatkan produktivitas ekonomi. Menurut Indef, penurunan konsumsi energi yang dimaksud mana beremisi karbon perlu diiringi dengan peningkatan konsumsi EBT pada sektor pengguna EPC.

Upaya yang digunakan disebut akan berdampak positif terhadap kinerja makro ekonomi, dengan pertumbuhan PDB diperkirakan naik sebesar 0,075 persen. Oleh sebab itu, Indef menggerakkan adanya percepatan transisi energi khususnya pada sektor industri manufaktur yang digunakan yang menjadi pengguna jasa EPC.

Check Also

eksekutif Bakal Buka Kembali Ekspor Benih Lobster

eksekutif Bakal Buka Kembali Ekspor Benih Lobster

Lingkar Post – JAKARTA – Menteri Kelautan serta Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono akan kembali membuka …