9 Fakta Terkini Perang Gaza: Dilema Netanyahu-Israel Bangkrut

9 Fakta Terkini Perang Gaza: Dilema Netanyahu-Israel Bangkrut

Lingkar Post

  • 1. Gencatan senjata diperpanjang?
  • 2. Netanyahu hadapi front ‘perang’ baru
  • 3. negara Israel serang Suriah
  • 4. Tepi Barat memanas
  • 5. negeri Israel bangkrut
  • 6. Elon Musk bertemu Presiden tanah Israel
  • 7. Iran mengungkap pernyataan tentang gencatan senjata
  • 8. Palestina teriak negeri Israel mau bangun permukiman ilegal baru
  • 9. PBB mengakses kata-kata hari terakhir jeda konflik

Jakarta – Perang Israel-Hamas memasuki sesi baru. Setelah terjadi gencatan senjata empat hari dengan imbalan sandera tanah Israel mulai Hari Jumat lalu, pada waktu ini keduanya masuk ke tahap akhir gencatan, dengan jeda konflik berakhir pada Selasa (28/11/2023) pukul 7 pagi.

Kedua belah pihak masih membuka prospek gencatan senjata diperpanjangan, namun tampaknya diskusi berjalan alot.

Berikut perkembangannya seperti dirangkum CNBC Indonesia, Hari Senin (27/11/2023);

1. Gencatan senjata diperpanjang?

Kesepakatan gencatan senjata antara negeri Israel dengan milisi Palestina kelompok Hamas akan memasuki hari terakhir pada Selasa (28/11/2023) pukul 7 pagi. Sejauh ini, mulai muncul tanda-tanda bahwa organisasi Hamas bersedia untuk menunda jeda pasca dia membebaskan lebih banyak banyak sandera negeri Israel yang digunakan diculik pada serangan 7 Oktober lalu.

Ketika kelompok terakhir perempuan juga anak-anak negeri Israel berjalan bebas pada Akhir Pekan malam, perhatian beralih pada seruan agar gencatan senjata diperpanjang sebelum berakhir. Tercatat, gerakan Hamas juga membebaskan individu gadis berusia empat tahun yang menjadi yatim piatu akibat serangan tersebut.

“Itulah tujuan kami, untuk menjaga jeda ini tambahan lama lagi sehingga kita dapat terus mengawasi lebih tinggi banyak sandera pergi dari serta memberikan lebih besar sejumlah bantuan kemanusiaan untuk mereka yang tersebut membutuhkan pada Gaza,” kata Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu.

Ia menambahkan beliau ingin pertempuran dihentikan selama tahanan terus keluar. Menurutnya, kelompok Hamas sebanding sekali tak lagi menguasai Gaza.

Hamas telah terjadi mengisyaratkan kesediaannya untuk menunda gencatan senjata. Seorang sumber mengungkapkan untuk AFP bahwa kelompok yang disebutkan menyatakan terhadap mediator bahwa merekan terbuka untuk melanjutkan gencatan senjata “dua hingga empat hari”.

“Perlawanan percaya bahwa ada kemungkinan untuk menjamin pembebasan 20 hingga 40 tahanan negara Israel pada jangka waktu tersebut,” kata sumber yang mana dekat dengan aksi tersebut.

Hamas telah lama membebaskan 39 sandera negara Israel dan juga negara Israel telah lama membebaskan 117 tahanan Palestina sebagai imbalan berdasarkan ketentuan perjanjian. Sebanyak 19 warga negara asing lainnya juga sudah dibebaskan dari Wilayah Gaza berdasarkan perjanjian terpisah.

Berdasarkan gencatan senjata, 50 sandera yang digunakan disandera oleh militan akan dibebaskan di waktu empat hari dengan imbalan 150 tahanan Palestina. Mekanisme yang tersebut ada akan menambah masa berlaku gencatan senjata apabila setidaknya 10 tawanan negeri Israel dibebaskan setiap hari ekstra.

2. Netanyahu hadapi front ‘perang’ baru

Perdana Menteri (PM) negeri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi dua konflik sekaligus. Selain mengatur operasi militer negara Israel pada Wilayah Gaza untuk menghancurkan milisi Hamas, politisi senior itu juga menghadapi persoalan urusan politik di negerinya.

Dalam laporan Reuters, umum negeri Israel telah lama mengamuk terhadap beberapa menteri pada kabinet Netanyahu dengan menyalahkan mereka itu dikarenakan gagal mengurangi milisi bersenjata gerakan Hamas masuk dari Gaza, yang menewaskan 1.200 orang, menculik 240 orang lagi juga melanda negara itu di perang.

Baca Juga  Tetap Damai, Warga Diimbau Jangan Terpengaruh Dinamika Elite

Dalam insiden terpisah, setidaknya tiga menterinya menjadi sasaran cemoohan dan juga pelecehan ketika merekan tampil pada depan umum, yang dimaksud menggarisbawahi besarnya kemarahan umum berhadapan dengan kegagalan yang membuka jalan bagi gerakan Hamas untuk melakukan serangan tersebut.

Selama akhir pekan, kantor Netanyahu mengeluarkan video yang menunjukkan beliau berada dalam ruang situasi Kementerian Pertahanan. Pada hari Minggu, Netanyahu mengunjungi Gaza. Kantornya kemudian mengeluarkan foto-foto yang dimaksud menunjukkan ia mengenakan helm serta jaket anti peluru bertemu dengan tentara kemudian komandan.

Dikenal dengan julukan “Bibi”, Netanyahu akan mendapatkan keuntungan dari konflik yang digunakan semakin menunda persidangan korupsi yang sudah pernah ia jalani selama 3,5 tahun kemudian menunda penyelidikan negara mengenai mengapa tanah Israel pada bawah kepemimpinannya lengah.

Berkumpul dengan para jenderal, ia mungkin saja juga berharap untuk menyelamatkan reputasinya melalui tindakannya pada peperangan lalu kembalinya sandera, sambil menolak untuk menerima tanggung jawab serta mengabaikan pertanyaan yang menanyakan apakah ia akan mengundurkan diri.

Namun penulis biografinya, Anshel Pfeffer, mengungkapkan Netanyahu kemungkinan besar kesulitan untuk mengambil kuasa kembali pasca serangan kelompok Hamas 7 Oktober serta konflik di tempat Gaza.

“Dia sekarang ternoda oleh kegagalan menghindari pembantaian 7 Oktober, oleh strateginya sendiri yang membiarkan gerakan Hamas masih memegang kendali, dengan persenjataan militernya, di area Gaza,” ucapannya diambil Awal Minggu (27/11/2023).

Penulis buku “Bibi: The Turbulent Life and Times of Benjamin Netanyahu” yang dimaksud terbit pada tahun 2018, mengungkapkan bahwa survei di beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa negeri Israel mempercayai lembaga keamanan untuk menjadi pemimpin upaya perang, tetapi tak mempercayai Netanyahu.

“Kegagalan pada 7 Oktober adalah warisannya. Keberhasilan apa pun yang diraih negeri Israel setelahnya tidak ada akan dianggap berasal darinya,” tambah Pfeffer.

3. negara Israel serang Suriah

Di berada dalam gencatan senjata dengan gerakan Hamas pada wilayah Palestina, tanah Israel menyerang bandara Damaskus.

Serangan udara negara Israel pada Mingguan (26/11/2023) itu menciptakan bandara Damaskus tiada dapat dioperasikan, cuma beberapa jam pasca penerbangan dilanjutkan menyusul serangan mirip bulan lalu. Serangan itu dilaporkan berusaha mencapai landasan pacu.

“Pesawat-pesawat tempur negeri Israel pada Mingguan sore melakukan serangan baru yang dimaksud memiliki target bandara internasional Damaskus… membuatnya tiada dapat digunakan lagi,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di tempat Inggris, dilansir AFP.

Sementara itu, ucapan ledakan juga terdengar dari arah bandara militer di tempat tempat Mazzeh di area sisi lain Damaskus. Diketahui, Damaskus merupakan tempat di dalam mana Presiden Bashar Al Assad, yang dimaksud dibekingi Wilayah Moskow selama pertempuran sipil Suriah, tinggal.

Seorang perwira kemudian dua personel lainnya terluka di serangan yang tersebut memiliki target “pangkalan pasukan pertahanan udara dalam tempat Mazzeh”, imbuh Observatorium tersebut.

4. Tepi Barat memanas

Di tengah-tengah gempuran pasukan negeri Israel pada Jalur Gaza, negara Zionis yang dimaksud juga melakukan serangan di dalam Tepi Barat (West Bank). Akibatnya, lebih tinggi dari dua ratus orang dalam wilayah itu tewas.

Baca Juga  Bank Mancanegara Pindah Kantor ke IKN, Dapat Pengurang Pajak 350%

Israel sendiri telah dilakukan menduduki Tepi Barat sejak 1967. Sekitar 700.000 pemukim dari negara Israel pun telah lama menetap secara ilegal di dalam wilayah Palestina tersebut.

Di sana mereka itu bukan hanya sekali menetap selama bertahun-tahun tetapi juga melakukan pencurian, penyerangan, menghancurkan kebun zaitun, lahan pertanian dan juga properti di tempat sana.

Abbas Milhem, direktur Persatuan Petani Palestina (PAFU) pada Ramallah, menyatakan serangan negeri Israel meningkat pada beberapa pekan terakhir. Pasukan tanah Israel juga pemukim melakukan serangan bersenjata sementara warga Palestina dikurung di area rumah merekan berdasarkan jam malam.

“Ada pertempuran kedua dalam Palestina yang tersebut terjadi di area Tepi Barat yang dimaksud diduduki. Penting juga untuk memahami bagaimana hal ini berdampak pada petani di area Tepi Barat yang mana diduduki,” katanya, seperti dilansir Al Jazeera.

Sejauh ini, pasukan negeri Israel telah terjadi membunuh delapan warga Palestina, termasuk manusia anak, di area Tepi Barat yang dimaksud diduduki, menurut Kementerian Aspek Kesehatan Palestina, menjadikan jumlah agregat total warga Palestina yang mana terbunuh di tempat Tepi Barat menjadi 239 sejak 7 Oktober.

Pasukan negeri Israel menembak terhenti lima warga Palestina di tempat kota Jenin pada Hari Sabtu waktu malam dan juga Hari Minggu pagi, serta membunuh tiga lainnya di tempat tempat lain di area Tepi Barat, kata kementerian itu pada Minggu. Enam warga Palestina lainnya terluka di serangan negara Israel di dalam Jenin.

5. negara Israel bangkrut

Perang dengan kelompok organisasi Hamas di dalam Gaza, Palestina, ternyata merugikan Israel. Bahkan setidaknya US$ 269 jt (sekitar Simbol Rupiah 4,1 triliun) per hari hilang di area negeri itu.

Perang Daerah Gaza dikatakan memberikan pukulan yang mana lebih lanjut besar terhadap perekonomian negara yang dimaksud dibandingkan konflik-konflik sebelumnya. Hal ini ditegaskan lembaga pemeringkat Moody’s pada sebuah laporan berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan Israel.

“Kerugian keseluruhan dari peperangan ini bisa jadi mencapai US$ 53,5 miliar (Rp 830 triliun), hampir 10% dari PDB,” menurut laporan itu mengutip data dari Institute for National Security Studies (INSS), dimuat Awal Minggu (27/11/2023).

“Sehingga mengancam masa depan kegiatan ekonomi Israel,” tambahnya.

Meski begitu tingkat keparahan terhadap perekonomian akan bergantung pada lamanya konflik militer. Ini adalah juga terkait prospek jangka panjang situasi keamanan pada negeri Israel.

Guncangan ekonomi akan datang dari berkurangnya investasi. Ini adalah juga menyebabkan gangguan pada pangsa tenaga kerja, serta melambatnya peningkatan produktivitas.

“Meskipun ketidakpastian masih sangat tinggi, kami yakin dampaknya terhadap perekonomian dapat lebih lanjut parah dibandingkan konflik juga kekerasan militer sebelumnya,” tegas Wakil Presiden Senior Moody’s, Kathrin Muehlbronner.

6. Elon Musk bertemu Presiden Israel

Pengusaha kondang Elon Musk diperkirakan akan bertemu dengan Presiden tanah Israel Isaac Herzog pada hari Hari Senin selama kunjungan ke Israel, menurut kantor presiden.

Dalam pertemuan dengan Musk, pemilik wadah media sosial X, sebelumnya Twitter, Herzog akan menekankan perlunya memerangi meningkatnya antisemitisme online, kata kantor kepresidenan pada sebuah pernyataan.

Perwakilan keluarga sandera yang digunakan disandera oleh organisasi Hamas juga diperkirakan akan bergabung di konferensi tersebut, pada mana dia akan berbagi “kengerian serangan teror organisasi Hamas pada 7 Oktober, lalu penderitaan juga ketidakpastian yang dimaksud dialami dia yang dimaksud disandera,” tambah kantor kepresidenan.

Baca Juga  Dubes: Moderasi keagamaan adalah dasar pemajuan demokrasi Indonesia

Pertemuan yang disebutkan terjadi setelahnya Musk memicu reaksi keras menghadapi dukungannya terhadap postingan antisemit di tempat X yang digunakan menuduh orang-orang Yahudi menghasut “kebencian” terhadap orang lapisan kulit putih.

7. Iran membuka kata-kata masalah gencatan senjata

Salah satu kekuatan besar Timur Tengah yang mana juga sekutu Hamas, Iran, mendesak agar gencatan senjata, yang tersebut berakhir esok, mengambil bentuk yang stabil agar kekejaman rezim Zionis terhadap Wilayah Gaza tidaklah terulang kembali.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani, mengatakan, “Sebagai Republik Islam Iran, kami ingin lalu berharap… bahwa kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina akan dihentikan sepenuhnya”.

Selama konferensi pers mingguannya, Kanani menyatakan terhadap wartawan bahwa Iran “mengikuti” kemungkinan perpanjangan gencatan senjata “dengan pihak regional yang digunakan bergerak pada bidang ini, negara bagian Qatar”.

Namun, katanya, “Tampaknya rezim Zionis bukan mampu mencapai tujuannya…ingin memperoleh kemenangan nyata”, mengisyaratkan negara Israel akan terus melakukan pemboman.

8. Palestina teriak negara Israel mau bangun permukiman ilegal baru

Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam pengumuman Menteri Keuangan tanah Israel Bezalel Smotrich yang dimaksud mengalokasikan anggaran besar guna menggerakkan perluasan permukiman di dalam Tepi Barat yang digunakan diduduki.

“Smotrich berbicara tentang penyesuaian anggaran yang mengalokasikan jutaan shekel untuk memperluas permukiman negeri Israel dalam Area C dalam Tepi Barat juga mengalokasikan anggaran untuk menghindari warga Palestina memulai pembangunan dalam wilayah tersebut,” kata kementerian yang disebutkan pada sebuah pernyataan yang digunakan diposting di tempat X.

Kementerian yang dimaksud kemudian “memperingatkan pemerintah negeri Israel tentang konsekuensi menerima tuntutan Smotrich sebab tuntutannya berupaya memperluas permukiman negara Israel pada Tepi Barat, yang bertentangan dengan resolusi PBB mengenai solusi dua negara”.

Dikatakan Smotrich serta Menteri Ketenteraman Nasional Itamar Ben-Gvir “mengambil keuntungan” dari peperangan negara Israel di dalam Wilayah Gaza dengan mengupayakan pemukim kemudian pasukan tanah Israel untuk meningkatkan bentrokan di dalam Tepi Barat.

Sebelumnya kami melaporkan bahwa kepala kebijakan luar negeri UE Borrell juga mencela langkah yang disebutkan dengan menyatakan tindakan yang dimaksud melanggar hukum internasional.

9. PBB menerbitkan pengumuman hari terakhir jeda perang

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, mengungkapkan terjadi peningkatan jumlah agregat truk kemudian bantuan yang mana masuk ke Gaza, termasuk ke wilayah utara untuk pertama kalinya sejak pertempuran dimulai. Mereka juga mengharapkan perpanjangan gencatan senjata empat hari yang mana dimulai pada hari Jumat.

“Kami berharap gencatan senjata diperpanjang. Kami sudah menyerukan agar gencatan senjata ini diubah menjadi gencatan senjata kemanusiaan jangka panjang,” Direktur Komunikasi Global UNRWA Juliette Touma menyatakan untuk Al Jazeera.

Touma, yang tersebut baru-baru ini mengunjungi Wilayah Gaza selatan, menggambarkan area itu sebagai “kota hantu”.

“Semuanya tutup di area Gaza…toko-toko, apotek. Meskipun bantuan kemanusiaan pada dasarnya sangat penting juga tentu semata menyelamatkan nyawa, bantuan yang disebutkan tak akan cukup pada jangka menengah juga panjang. Apa yang dimaksud perlu dijalankan adalah pasokan komersial yang harus datang untuk menyokong sektor swasta sehingga (Gaza) dapat berdiri sendiri.”

Artikel Selanjutnya Ahli Sebut tanah Israel Tak Punya Rencana Setelah Ratakan Wilayah Gaza

 

Check Also

Buka puasa bersatu Partai Demokrat dan juga Prabowo Subianto

Artikel ini disadur dari Buka puasa bersama Partai Demokrat dan Prabowo Subianto Baca Juga  Gereja …