Berkunjung ke KBRI Bangkok, Nasabah PNM Mekaar Dapat Tips Bersaing dengan Layanan Thailand

Berkunjung ke KBRI Bangkok, Nasabah PNM Mekaar Dapat Tips Bersaing dengan Layanan Thailand

Lingkar Post – Kepala Fungsi Kondisi Keuangan KBRI Bangkok, Ahmad Rama Aji Nasution juga Atase Perdagangan Bangkok Rafika Arfani menyambut hangat diperkenalkan pengguna PNM Mekaar di area Thailand. Menurut Ahmad kesempatan ini merupakan potensi yang mana sangat baik bagi pelaku UMKM di tempat Indonesia untuk belajar secara langsung bagaimana implementasi One Tambon One Product (OTOP) yang digunakan terkenal di dalam sana.

“Nanti pada waktu berkunjung ke tempat OTOP jangan sungkan untuk bertanya apapun mulai dari akses bursa sampai ekspor produk. Selalu semangat belajar untuk lebih lanjut baik lagi,” arahan Ahmad untuk 15 pelanggan binaan PNM yang berkunjung ke KBRI Bangkok.

Baca Juga  KAI Jember pasang alat Sidawan antisipasi bencana pada musim hujan

Menurutnya, sebelum berpikir untuk bersaing dengan produk-produk luar, pelaku UMKM Indonesia harus mampu memulai pembangunan spirit untuk memenuhi permintaan lingkungan ekonomi di tempat di negeri. Apalagi prospek yang tersebut ada masih terbuka sangat luas. Ia katakan jumlah total penduduk Indonesia sangat besar juga merupakan peluang lingkungan ekonomi yang tersebut luar biasa.

Rafika turut memberi semangat dan juga berbagi tips untuk pengguna PNM Mekaar untuk dapat bersaing dengan barang Thailand. Menurutnya, hal utama yang dimaksud perlu dilaksanakan oleh ibu-ibu pengguna Mekaar adalah menimbulkan produknya lebih banyak baik lagi.

Baca Juga  Dituding Organisasi Profit, Ketum HIPMI Buka Suara

“Pasar Indonesia lebih banyak besar dari Thailand. Kalau produk-produk sudah ada baik dari segi kualitas dan juga kuantitas produksi juga sudah ada konsisten, kami terbuka untuk membantu ibu-ibu ekspor ke Thailand,” terang Rafika.

Sebagai informasi, PNM memberangkatkan 15 pelanggan unggulan untuk belajar dari desa kreatif di tempat Thailand yang mana menerapkan OTOP. Harapannya, para pelanggan dapat memulai pembangunan kolaborasi di dalam area asalnya masing-masing untuk memunculkan barang unggulan secara gotong royong.

Dodot Patria Ary, Kepala Sekretariat Korporasi PNM menyampaikan komitmen PNM untuk membantu para perempuan prasejahtera meningkatkan kualitas hidup lewat literasi serta infrastruktur belajar sejalan dengan pemberian modal intelektual.

Baca Juga  Turis China Jadi Pengemis di dalam Thailand, Sehari Dapat Rp4 Juta

Dodot menegaskan, pemberangkatan 15 klien ini adalah komitmen pemberdayaan berkelanjutan yang diusung oleh PNM. Dalam berbagai kesempatan Dodot menyatakan bahwa pemberdayaan di area PNM bukanlah sekedar memberikan modal uang semata. Tetapi memberikan modal intelektual berbentuk meningkatnya wawasan sekaligus skill berbisnis.

“Selain membutuhkan modal uang, kelompok subsisten masih membutuhkan intervensi di meningkatkan kapabilitas mereka. Di situ lah PNM mengisi gap inklusi dengan literasi sebagai complete set of empowerment,” pungkas Dodot.

 

Check Also

Pelesiran pada Luar Negeri Makin Nyaman dengan Mengaktifkan Kartu Debit BRI lewat BRImo

Pelesiran pada Luar Negeri Makin Nyaman dengan Mengaktifkan Kartu Debit BRI lewat BRImo

Lingkar Post – JAKARTA – Berlibur ke luar negeri tentu tak lepas dengan berbagai keperluan …