Dokter beri tip hindari kebutaan lalu amputasi pada penderita diabetes

Dokter beri tip hindari kebutaan lalu amputasi pada penderita diabetes

lingkarpost.com Jakarta – Dokter Spesialis dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dr M Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. P. D., Subsp. EMD, FINASIM membagikan kiat untuk mencegah kebutaan akibat diabetic retinopathy serta amputasi dikarenakan gangguan saraf tepi.

“Pada diabetesi, seringkali terjadi diabetic retinopathy, yaitu adanya perubahan pembuluh darah di tempat tempat mata. Jika hal ini mencapai bagian tempat jatuhnya bayangan, maka sanggup jadi terjadi kebutaan,” ucap Ikhsan dalam sebuah wawancara daring yang mana mana diikuti dari Jakarta, Senin.

Walaupun begitu, ia menyatakan bahwa kebutaan pada diabetesi atau penderita diabetes sanggup dicegah dengan mengendalikan kadar gula darah, kolesterol, lalu tekanan darah secara bersamaan serta melakukan skrining kesehatan retina sejak dini.

Dia menuturkan bahwa jika pasien menderita diabetes tipe 2, skrining retina sebaiknya diimplementasikan sesegera mungkin sekitar seminggu hingga sebulan setelah diabetesnya terdiagnosis.

Baca Juga  Penelitian Sebut 80 Persen Penderita Neuropati Perifer Tidak Terdiagnosis, Pemeriksaan Dini Jadi Solusinya?

Sementara itu, jika orang yang dimaksud merupakan penderita diabetes tipe 1 yang tersebut dimaksud bisanya muncul sejak usia kanak-kanak, maka skrining retina diimplementasikan setidaknya lima tahun setelah terdiagnosis.

“Seringkali ketika seseorang terdiagnosis diabetes serta dianjurkan menemui dokter mata, mereka mengatakan bahwa mata mereka itu itu baik-baik sekadar atau cuma memakai kacamata atau sudah operasi katarak, padahal bukan itu yang digunakan hal itu ingin dicek, tapi kondisi retina mereka,” ujar Ikhsan.

Selain kondisi retina, dia juga mengatakan pada wawancara media eksklusif yang diselenggarakan oleh RS Pondok Indah Group yang mana bahwa diabetesi harus memperhatikan kondisi kaki mereka, terutama menghindari terjadinya luka.

Ia menuturkan bahwa orang-orang yang mana hal itu sudah pernah menderita diabetes dalam waktu yang mana mana lama seringkali mengalami kerontokan rambut kemudian kekeringan di dalam tempat kakinya sehingga mengalami gatal-gatal.

Baca Juga  Ahli gizi bagikan lima kiat kurangi risiko diabetes¬†

Pakar endokrinologi metabolik dan juga juga diabetes itu menyatakan bahwa kerusakan saraf tepi pada kaki juga menciptakan diabetesi sering mengalami kesemutan, kebas, serta berakhir rasa sehingga seringkali tak ada sadar bahwa kaki merekan terluka.

Oleh dikarenakan itu, dia menganjurkan orang yang itu menderita penyakit kencing manis agar mengaplikasikan pelembap untuk mengurangi gatal-gatal lalu memeriksakan kesehatan kaki dia secara rutin untuk menghindari adanya luka yang dimaksud mana bukan tertangani hingga menimbulkan infeksi.

Alumnus Universitas Brawijaya kemudian juga Universitas Indonesia yang mana menyatakan bahwa infeksi yang digunakan bukan tertangani dengan baik pada kaki diabetesi dapat menyebabkan diamputasinya anggota tubuh tersebut.

“Salah satu atau komplikasi terberat yang tersebut dimaksud kita hindari pada orang diabetes adalah terjadinya amputasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa diabetes, terutama dengan kadar gula yang mana hal itu bukan terkendali, dapat menyebabkan terganggunya aliran darah sehingga memperlambat penyembuhan luka lalu juga memperburuk infeksi.

Baca Juga  Kenali dini gejala diabetes sehingga tak perlu tunggu skrining

“Boleh jadi dari luka kering akibat lecet dikarenakan terbentur sesuatu atau gatal yang digunakan dimaksud digaruk, lalu lama-lama terkena infeksi kemudian kemudian melebar sampai ke jaringan dalam dalam bawah kulit hingga ke otot. Hal yang dimaksud dimaksud paling bahaya adalah ketika infeksinya sudah sampai ke tulang,” ucap Ikhsan.

Ketika tulang sudah terinfeksi lalu semua jaringan di tempat dalam bagian itu sudah mati, lanjutnya, maka perlu dijalani amputasi agar jaringan yang digunakan digunakan sudah membusuk itu tiada menjadi sumber makanan untuk bakteri juga juga menimbulkan infeksi lebih lanjut banyak lanjut.

“Amputasi memang sesuatu yang mana digunakan seharusnya sanggup dicegah apabila kita melakukan perawatan kaki secara berkala kemudian juga memperhatikan bagaimana kondisi kaki individu penderita diabetes,” kata dokter spesialis tersebut.

Check Also

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah pandemi Covid-19

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah Covid-19

Lingkar Post – Publik diminta tidak ada perlu khawatir dengan adanya ancaman infeksi pneumonia mycoplasma …