Indef: Transisi energi tingkatkan produktivitas perekonomian

Indef: Transisi energi tingkatkan produktivitas perekonomian

Berdasarkan hasil analisis model computable general equilibrium (CGE), transisi energi sebenarnya dapat meningkatkan produktivitas ekonomi. Hal ini terlihat dari meningkatnya pertumbuhan kegiatan perekonomian kemudian juga indikator makro lainnya

lingkarpost.com Jakarta – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan bahwa transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) dapat meningkatkan produktivitas kegiatan ekonomi khususnya pada sektor pengguna jasa rekayasa, pengadaan, kemudian bangunan (EPC).

"Berdasarkan hasil analisis model computable general equilibrium (CGE), transisi energi sebenarnya dapat meningkatkan produktivitas ekonomi. Hal ini terlihat dari meningkatnya pertumbuhan kegiatan ekonomi kemudian indikator makro lainnya," kata Ahmad dalam diskusi umum virtual di dalam dalam Jakarta, Selasa.

Baca Juga  Ongkos Naik Haji Sekarang Bisa Dicicil, Bagaimana Prosesnya?

Hasil analisis yang dimaksud dijalankan Indef menunjukkan bahwa penurunan konsumsi energi beremisi karbon yang hal tersebut diiringi dengan peningkatan konsumsi EBT pada sektor pengguna EPC akan berdampak positif terhadap kinerja makro ekonomi.

Dengan menerapkan skenario tersebut, menurut proyeksi Indef, maka pertumbuhan PDB akan naik sebesar 0,075 persen juga pertumbuhan konsumsi rumah tangga naik 0,283 persen. Selain itu, pertumbuhan perkembangan sektor ekonomi agregat (PMTB) juga akan meningkat 0,295 persen.

"Mungkin kita selama ini memandang bahwa transisi energi itu masih berbiaya tinggi atau investasinya mahal, belum berani ada yang digunakan yang disebut memulai, tetapi ternyata secara hitung-hitungan modal sektor perekonomian dengan menggunakan data input-output, ini bisa jadi belaka meningkatkan produktivitas lalu juga sanggup meningkatkan output," kata Ahmad.

Baca Juga  Cara Buka Rekening BritAma Bisnis, Lengkap Syarat dan juga Setoran Awalnya

Pertumbuhan output pada sektor pengguna EPC juga akan berdampak positif apabila transisi disertai dengan peningkatan konsumsi EBT. Industri batu bara kemudian juga kilang migas menjadi industri dengan perkiraan kenaikan output tertinggi sebesar 1,139 persen serta juga diikuti oleh industri kenetagalistrikan sebesar 0,865 persen.

Ahmad memandang bahwa prospek pasar akan terbuka tambahan tinggi besar apabila transisi energi terwujud, terutama pada industri manufaktur. Hal yang dikarenakan negara mitra menginginkan barang industri yang mana mengedepankan keberlanjutan.

Baca Juga  PT KAI ingatkan penumpang tiada bagikan kode booking tiket di dalam medsos

Dia menilai, daya saing produk-produk ekspor justru akan semakin berkurang jika Indonesia terlambat atau cukup lama dalam melakukan transisi energi. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk mempercepat transisi energi pada sektor industri manufaktur.

"Tetapi kalau kita sesegera mungkin melakukan transisi energi, khususnya dalam sektor industri yang dimaksud itu diawali dengan rancang bangun ideal dalam penerapan transisi energi, ini diharapkan kita akan semakin diterima dalam perdagangan internasional sehingga produk-produk ekspor kita juga tetap dapat kompetitif," kata Ahmad.

Check Also

eksekutif Bakal Buka Kembali Ekspor Benih Lobster

eksekutif Bakal Buka Kembali Ekspor Benih Lobster

Lingkar Post – JAKARTA – Menteri Kelautan serta Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono akan kembali membuka …