Jamu Bakal Segera Diumumkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Jamu Bakal Segera Diumumkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

lingkarpost.com – Jakarta – Jamu akan segera ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Pendaftaran minuman ramuan Tanah Air ini ke UNESCO sudah dilaksanakan untuk kategori tersebut, bersamaan dengan enam nominasi lainnya, sejak 7 April 2022. 

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, kemudian Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid. 

“Ini bocoran sedikit ya, jamu akan ditetapkan tahun ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO,” kata dia seperti dikutip Antara pada Kamis malam, 16 November 2023. 

Baca Juga  Sawahlunto Menjadi Perkotaan Pada 1 Desember 1888, Begini Sejarahnya

Meski bukan merinci tanggal resmi pengumuman perolehan titel baru tersebut, Hilmar menjamin hal itu akan dilaksanakan tahun ini. Artinya, dalam satu setengah bulan ini pengumuman akan dilakukan. 

Hilmar menyebut, yang tersebut dianggap sebagai Warisan Budaya Takbenda bukan jamu dari suatu daerah tertentu, melainkan jamu secara keseluruhan, terutama tentang kemampuan publik untuk menciptakan jamu itu sendiri.

Seperti halnya budaya Indonesia yang lain, Hilmar mengatakan jamu adalah warisan budaya yang mana harus dijaga kelestariannya. Jamu terbukti secara historis sebagai pengetahuan asli bangsa Indonesia yang dimaksud telah lama digunakan selama ribuan tahun dari generasi ke generasi.

Baca Juga  The 25 Best Cities You Can Find in Italy to Satisfy the Love for Pizza

Budaya Sehat jamu adalah suatu praktik menjaga kesehatan yang tersebut bersifat preventif sekaligus promotif. Jamu adalah buah perjalanan sejarah peradaban rakyat yang tidak ada dapat dilepaskan dari tali-temali kebudayaan Nusantara.

“Yang ditetapkan sebagai warisan itu adalah kemampuan warga untuk menciptakan itu, jadi bukan produknya atau bendanya, tapi keahlian orang meracik, meramu, juga itu tentu ada berbagai teknik yang dimaksud digunakan, itu yang tersebut didaftarkan, pengetahuannya yang tersebut didaftarkan bukan produknya,” Hilmar menjelaskan.

Lebih lanjut, Hilmar menyebut tenun Indonesia juga akan segera didaftarkan sebagai WBTB, menyandang titel yang dimaksud mirip seperti Batik, yang dimaksud telah terjadi tambahan dulu meraih predikat hal itu sejak 2009.

Baca Juga  Mengenal sejarah peradaban Qatar dalam Museum Nasional Qatar

“Sudah ada upaya untuk mendaftarkan tenun, apakah mungkin tenun saja, atau tenun Nusantara, atau tenun belaka dari NTT (Nusa Tenggara Timur), kami sedang lihat itu, untuk menemukan landasan bersamanya, apa yang digunakan mau didaftarkan, juga laporan-laporan itu yang mana sekarang kita masih dalam proses riset lalu menyusun,” kata dia. “Mudah-mudahan harapannya tenun Nusantara secara keseluruhan,” Hilmar menambahkan.

Check Also

Mengenal sejarah peradaban Qatar pada Museum Nasional Qatar

Mengenal sejarah peradaban Qatar dalam Museum Nasional Qatar

Lingkar Post – Ibukota – Salah satu destinasi favorit para pelancong pada negara Qatar adalah …