Kenali dini gejala diabetes sehingga tak perlu tunggu skrining

Kenali dini gejala diabetes sehingga tak perlu tunggu skrining

lingkarpost.com Jakarta – Dokter spesialis penyakit dalam DR Dr Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD-KEMD, FINASIM menyarankan orang-orang untuk mengenali secara dini gejala diabetes sehingga tak ada perlu menunggu skrining seperti pemeriksaan HbA1c untuk mengetahui kondisinya terkena diabetes atau tidak.

"Kita harus mengenali secara dini diabetes supaya kita tahu sejak dini, bukan menunggu skrining. Harus tahu tanda-tanda. Ada dua yakni gejala akut yang dimaksud mana terjadi mendadak kemudian gejala kronis," kata dia dalam acara kesehatan yang dimaksud digelar daring, Senin.

Gejala akut meliputi tiga yakni banyak makan, banyak minum lalu banyak kencing. Mereka yang mana dimaksud mengalami gejala banyak makan kemudian membiarkannya, sambung Soebagijo, maka sanggup cuma menjadi turun nafsu makannya sehingga berat badan turun.

Baca Juga  Penelitian Sebut 80 Persen Penderita Neuropati Perifer Tidak Terdiagnosis, Pemeriksaan Dini Jadi Solusinya?

"Kalau bukan ada mendapatkan pengobatan mampu berlanjut gawat," kata Soebagijo yang digunakan hal itu tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia itu.

Sementara itu, gejala kronis diabetes meliputi kesemutan, rasa panas, kram, mudah capek, mengantuk serta pandangan mata kabur sehingga sering berganti kacamata lantaran ukuran lensa mata berubah-ubah akibat berubah-ubahnya kadar gula.

Gejala kronis lainnya antara lain gatal-gatal, gigi goyah kemudian mudah lepas, kemampuan seksual mengecil kemudian juga ibu hamil yang tersebut dimaksud sering keguguran.

Baca Juga  Kepentingan Pemakaian Sunscreen pada Pasien Psoriasis

"Ibu hamil yang tersebut sering keguguran selain merupakan komplikasi atau gejala kronis, juga bisa jadi jadi mendeteksi orang itu punya risiko untuk diabetes," ujar Soebagijo.

Dia menuturkan, akibat kadar gula yang tinggi, juga kerja insulin yang digunakan itu tiada baik atau disebut sebagai resistensi insulin menyebabkan perubahan-perubahan metabolisme bagi bayi maupun ibu. Kadar gula tinggi juga mengubah pembuluh-pembuluh darah yang digunakan hal itu sangat diperlukan sehingga bayi rentan terhadap keguguran.

Kemudian, terkait skrining diabetes, Kementerian Kesehatan menjamin pembiayaannya gratis bersama 13 jenis penyakit, antara lain hipertensi, stroke, jantung, kanker serviks, kanker payudara, TBC, anemia, kanker paru, kanker usus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), thalassemia, hipotiroid kongenital, juga juga hepatitis.

Baca Juga  Heboh Pneumonia Mycoplasma Anak pada China Meningkat, Kemenkes Minta Petugas Waspada

Di sisi lain, bagi dia yang digunakan hal tersebut sudah terlanjur terkena diabetes, maka disarankan mengenali komplikasi secara dini. Komplikasi akut diabetes yang mana hal itu paling sering adalah hipoglikemi atau kondisi gula darah drop.

"Sementara komplikasi kronis lain yang kita takuti itu kebutaan, stroke, serangan jantung, gagal ginjal, kaki diamputasi," demikian kata Soebagijo.

 

Check Also

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah pandemi Covid-19

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah Covid-19

Lingkar Post – Publik diminta tidak ada perlu khawatir dengan adanya ancaman infeksi pneumonia mycoplasma …