Triwulan IV tetap memperlihatkan belaka baik, BI masih prediksi dunia usaha bertambah 4,5-5,3 %

Triwulan IV tetap saja baik, BI masih prediksi ekonomi bertambah 4,5-5,3 %

Lingkar Post – Ibukota Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan perkembangan ekonomi Indonesia pada 2023 masih akan berada pada kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen seiring dengan perekonomian nasional yang mana dimaksud diprediksi masih masih cuma baik pada triwulan terakhir tahun ini.

“Pertumbuhan kegiatan perekonomian diprakirakan masih memperlihatkan baik pada triwulan IV 2023, tercermin pada beberapa indikator dini seperti keyakinan konsumen, ekspektasi penghasilan, kemudian Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Secara keseluruhan, peningkatan dunia usaha 2023 diprakirakan di dalam kisaran 4,5-5,3 persen," ujar Perry pada waktu konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Jakarta, Kamis.

Baca Juga  Rupiah pada Selasa pagi menguat jadi Rp15.470 per dolar Negeri Paman Sam

Lebih lanjut, Perry menyatakan peningkatan dunia bidang usaha Indonesia pada 2024 diprakirakan meningkat yang digunakan digunakan didorong oleh masih baiknya keyakinan konsumen, positifnya pengaruh penyelenggaraan pemilu, juga berlanjutnya pengerjaan Proyek Vital Nasional (PSN).

"Bank Indonesia akan terus menguatkan sinergi stimulus fiskal pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk menggerakkan peningkatan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan," kata Perry.

Adapun kegiatan sektor ekonomi triwulan III 2023 bertambah sebesar 4,94 persen (yoy), ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga lalu meningkatnya penyetoran modal di berada pada turunnya konsumsi pemerintah lalu juga kinerja ekspor.

Baca Juga  BI juga Bank Sentral Uni Emirat Arab perluas kerja sebanding

Perry menyampaikan, perkembangan yang dimaksud disebutkan juga didukung oleh kinerja positif sebagian besar Lapangan Usaha (LU), khususnya LU sektor pengolahan, perdagangan besar lalu eceran, dan juga juga konstruksi. Secara spasial, seluruh wilayah masih berprogres kuat, tertinggi pada wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).

Sementara itu, BI masih memperkirakan pertumbuhan perekonomian global tahun 2023 sebesar 2,9 persen kemudian juga melambat menjadi 2,8 persen pada 2024 pada tempat berada di melambatnya kegiatan dunia usaha dunia dengan ketidakpastian yang mana yang disebutkan masih tinggi.

Baca Juga  Kemenkeu: APBN turut jaga capaian manufaktur Indonesia

Menurut Perry, kegiatan kegiatan ekonomi Amerika Serikat (AS) masih tumbuh kuat didorong oleh konsumsi rumah tangga dan juga sektor jasa yang mana digunakan berorientasi domestik, sementara perekonomian China membaik didukung oleh konsumsi serta juga dampak stimulus kebijakan fiskal.

Perry menambahkan, naiknya nilai di area tempat negara forward masih di dalam pada melawan target dengan tekanan yang mana dimaksud mulai mereda.

"Dengan perkembangan kenaikan nilai ini, suku bunga kebijakan moneter termasuk Federal Funds Rate (FFR) diprakirakan bertahan tinggi pada jangka waktu yang tersebut yang disebutkan lama,” ujar Perry.

Check Also

Rupiah melemah tipis seiring bursa nantikan rilis data tenaga kerja Negeri Paman Sam

Rupiah melemah tipis seiring bursa nantikan rilis data tenaga kerja Negeri Paman Sam

Lingkar Post – Ibukota – Rupiah pada akhir perdagangan hari Hari Hari Jumat melemah tipis …