78 Tahun Marinir Berdiri, Begini Sejarahnya

78 Tahun Marinir Berdiri, Begini Sejarahnya

Jakarta – Bibit Korps Marinir sudah dimulai dalam Tegal pada 15 November 1945 pasca peritiwa pertempuran Surabaya. Perkembangan Korps Marinir dapat dibagi menjadi 5 periode.

Seperti dilansir dari laman marinir.tnial..mil.id, periode ini adalah periode awal terbentuknya satuan organisasi yang menjadi cikal akan datang Korps Marinir, yaitu “Corps Mariniers” yang dimaksud juga bagian dari Corps Armada (CA) IV Tegal. Korps Mariniers dikomandani pertama kali oleh Mayor Laut Agus Subekti.

Pada tanggal 9 Oktober 1948, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor A/565/1948, Corps Mariniers ditetapkan menjadi Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL). pada periode ini, didirikan Pusat Pendidikan KKO-AL lalu Pusat Pendidikan Amfibi di dalam Surabaya.

Pada tahun 1951, status organisasi KKO-AL adalah sebagai Kotama ALRI dengan sebutan Pasukan Komando (Pasko) dimana Markas Komando juga merupakan Markas KKO-AL.

Baca Juga  DKI didesak pertimbangkan aturan pajak penghuni rusun

Selain itu, pada tahun 1955-1959, KKO-AL juga mengalami perubahan dalam bidang organisasi yang mana terdiri dari Markas Besar KKO-AL Komando Utama KKO-AL, Pastermar, Paskohanmarnas lalu Unsur-unsur Pelayanan Kotama.

Periode ini juga ditandai dengan situasi Trikora, Dwikora, kemudian G30S dimana KKO-AL mengambil bagian menghadapi. Setelah Trikora, perkembangan KKO-AL semakin pesat. Misalnya dengan dibentuknya Pasukan Komando Armada II di dalam Jakarta lalu Surabaya. Selain itu, juga dibentuk pusat-pusat institusi belajar lain seperti Pusat Latihan Pertempuran di dalam Purboyo.

Dalam lintasan sejarah Korps Marinir ada episode menarik pada saat Indonesia berkonfrontasi dengan negara tetangga Malaysia.

Baca Juga  Hadir di dalam Acara Desa Bersatu, Gibran: Soal Support Nanti Saja, Cari Solusi Dulu

Dilansir dari laman marinir.tnial.mil.id, pada periode 1951-1965, Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL) yang dimaksud merupakan cikal calon dari Korps Marinir, terlibat menghadapi situasi kemudian kondisi Dwikora.

Dilansir dari laman sejarah-tni.mil.id, Operasi Dwi Komando Rakyat (Dwikora) adalah konfrontasi militer dengan Malaysia yang dicanangkan oleh Presiden Soekarno sebagai buntut gagalnya perundingan dengan Malaysia yang mana dianggap negara boneka Barat apabila bentuk negara Malaysia merupakan federasi.

Arif Saefuddin dalam bukunya berjudul “Patriot Bangsa dari Kota Perwira: Biografi Usman Janatin, 1943-1968” menjelaskan untuk melaksanakan rencana tersebut, berbagai Angkatan Bersenjata dikerahkan termasuk Angkatan Laut.

Angkatan Laut juga membentuk komando-komando yang dimaksud bersifat gabungan untuk melancarkan operasi-operasi militer.

Selain itu, Angkatan Laut juga mengadakan operasi yang digunakan dibentuk oleh Menteri Panglima Angkatan Laut sendiri seperti Komando Tinggi Khusus Siaga (KOTUSUSGA), Komando Armada Siaga (KORGA), Komando Operasi Khusus Armada (KOGA), juga Komponen Strategi Laut Siaga (KOMSTRALAGA).

Baca Juga  Ditemani Arsjad Rasjid, Ganjar Pranowo Kunjungi Rumah Jusuf Kalla

Dalam melaksanakan tugas-tugas komandan ini, KKO-AL sebagai bagian dari Angkatan Laut juga bergabung dikerahkan. KKO-AL bertugas untuk mengadakan latihan-latihan dan juga operasi tempur serta operasi khusus di tempat seluruh perairan Indonesia.

Selain itu, KKO-AL juga bertugas untuk mengangkut, mengawal, lalu memindahkan pasukan-pasukan sukarelawan ke daerah perbatasan. KKO-AL juga bergabung dalam Operasi A/KOTI yang dimaksud berada pada bawah Men/Pangad.

DIMAS KUSWANTORO | NAUFAL RIDHWAN ALY
Pilihan editor : Kesaksian Tim Evakuasi, Jumlah 7 Jenazah Pahlawan Revolusi Korban- G30S Prajurit sampai Pingsan

 

Check Also

Maju pada di pemilihan 2024, Airlangga Dinilai Sangat Layak Kembali Menakhodai Golkar

Maju di dalam pemilihan 2024, Airlangga Dinilai Sangat Layak Kembali Menakhodai Golkar

Lingkar Post – JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai sangat layak kembali …