Dua cara TikTok moderasi konten untuk hadirkan wadah digital digital aman

Dua cara TikTok moderasi konten untuk hadirkan platform digital digital aman

Lingkar Post – DKI Jakarta – Head of Communications TikTok Indonesia Anggini Setiawan membagikan dua cara dari media digital digitalnya melakukan moderasi konten sehingga dapat menciptakan ruang yang dimaksud digunakan aman lalu nyaman bagi para penggunanya.

Moderasi cara pertama ialah dengan memanfaatkan kecerdasan buatan terdiri dari teknologi machine learning sedangkan cara kedua ialah dengan mengandalkan manusia yang dimaksud yang disebutkan secara dengan segera meninjau moderasi konten agar sesuai dengan Panduan Komunitas dalam pada masing-masing negara.

Anggini menceritakan pada pada waktu pengguna mengunggah sebuah konten, konten tidak segera terunggah namun terlebih dahulu akan melintasi beberapa proses moderasi terlebih dahulu, dimulai dari analisis konten secara otomatis.

"Jika telah terjadi menyeberangi tahapan ini juga tidak terindikasi adanya pelanggaran maka konten yang dimaksud dimaksud sanggup secara segera tayang. Sedangkan apabila terkena flagging nanti akan diteruskan ke moderasi manusia untuk ditinjau ulang," kata Anggi di area acara "Mengulik Lebih Jauh Cara Kerja Algoritma TikTok di area area berada pada Isu Hangat" pada Jakarta, Jumat. 

Baca Juga  RUU ITE dinilai menjadi titik awal kenalkan identitas digital

Lebih lanjut, Outreach and Partnerships, Trust and Safety, TikTok Indonesia Anbar Jayadi menjelaskan ada tujuh tema besar yang digunakan digunakan menjadi Panduan Komunitas TikTok sebagai kode etik umum yang mana mana harus dipatuhi pengguna.

Tujuh tema itu terdiri melawan keamanan juga kesejahteraan remaja, integritas lalu keaslian, keamanan juga keberadaban, aktivitas komersial dan juga barang yang mana yang dimaksud diatur, kebugaran mental dari perilaku, privasi lalu keamanan, juga tema sensitif dan juga juga dewasa.

Baca Juga  Advan Sketsa 3 meluncur di dalam Indonesia cocok jadi tablet untuk pemula

Apabila ada konten yang tersebut melanggar ketujuh tema besar tersebut, maka besar kemungkinan konten terkait bukan ada dapat ditayangkan bahkan apabila berulang akun yang dimaksud dimaksud mengunggah konten dapat diputus aksesnya oleh TikTok.

"Yang melanggar, kontennya kami hapus. Yang melanggar berulang kali, akunnya kami takedown. Dalam konteks tertentu, kami juga dapat melaporkan terhadap pihak otoritas, misalnya kasus-kasus kritis seperti percobaan bunuh diri, penyiksaan anak, juga lainnya," kata Anbar.

Cara kerja moderasi konten ini tidaklah cuma sekali berlaku dalam tempat Indonesia tapi TikTok secara global.

Khusus untuk moderasi konten Berbahasa Indonesia yang digunakan yang dimaksud dijalankan secara manual, TikTok tidaklah main-main menyiapkan jumlah total agregat personelnya.

Baca Juga  Kemenkominfo : RUU ITE diselaraskan UU KUHP ciptakan kesinambungan

Dari total moderator manusia yang berjumlah sekitar 40.000 moderator, delapan persen pada antaranya difokuskan untuk melakukan peninjauan secara dengan segera untuk konten-konten Berbahasa Indonesia.

Banyaknya peninjau manual untuk konten-konten dengan Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa TikTok berikrar untuk menjaga keamanan platformnya untuk pengguna di Indonesia.

"Pekerjaan moderator manusia itu cukup rumit, dikarenakan tiada cuma meninjau konten yang digunakan mana dinilai flag oleh mesin tapi juga beliau me-review konten yang digunakan dimaksud dilaporkan pengguna kemudian me-review konten-konten yang dimaksud pada waktu ini sedang hangat dibahas atau current affairs. Mereka juga dibantu oleh mitra pemeriksa fakta pada TikTok," kata Anggini.

Check Also

OnePlus 12 resmi debut dengan Snapdragon 8 Gen 3

OnePlus 12 resmi debut dengan Snapdragon 8 Gen 3

Lingkar Post – DKI Jakarta – OnePlus baru hanya sekali mendebutkan ponsel pintar terbarunya OnePlus …