Jangan konsumsi karbohidrat kompleks bersamaan agar tidak ada ada diabetes

Jangan konsumsi karbohidrat kompleks bersamaan agar tidak ada diabetes

lingkarpost.com Jakarta – Dokter Spesialis dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dr M Ikhsan Mokoagow, M.Med.Sci, Sp. P. D., Subsp. EMD, FINASIM melarang konsumsi makanan yang dimaksud mana mengandung karbohidrat kompleks secara bersamaan agar bukan terkena diabetes.

"Karbohidrat kompleks tetap harus dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan kita, entah dalam bentuk nasi, singkong, jagung, mie, bihun, serta juga lainnya. Yang tak boleh adalah memakan bahan-bahan hal yang disebut secara bersamaan," ujar Ikhsan dalam sebuah wawancara daring yang mana mana diikuti dari Jakarta, Senin.

Ia mengingatkan pentingnya untuk menghitung asupan karbohidrat yang dikonsumsi oleh penderita diabetes setiap harinya sebab asupan karbohidrat yang digunakan dimaksud berlebihan meningkatkan kadar gula darah.

Baca Juga  Waspadai diabetes akibat pola makan tak teratur dikarenakan sering begadang

Oleh sebab itu, ia meluruskan pendapat keliru dalam penduduk yang tersebut yang disebut seringkali menganggap suatu sumber karbohidrat lebih lanjut besar baik untuk konsumsi dibandingkan sumber karbohidrat lainnya, misalnya nasi merah lebih lanjut besar baik daripada nasi putih, lantaran bukan jenis sumber karbohidrat yang perlu diperhatikan, tapi berapa banyak asupannya.

Selain total asupan, doker subspesialis endokrinologi metabolik kemudian diabetes yang mana menyebut bahwa indeks glikemik suatu makanan, yaitu indikator seberapa cepat suatu karbohidrat dapat diserap oleh tubuh, juga perlu diperhatikan.

"Semakin tinggi indeks glikemiknya, maka semakin cepat menaikkan kadar gula darah. Nasi merah mempunyai indeks glikemik yang tambahan tinggi rendah daripada nasi putih, sehingga mengonsumsinya akan menaikkan gula darah secara tambahan lambat. Dan sebab ia juga mengandung banyak serat, maka kenyangnya lebih lanjut banyak lama,” ujar dia.

Baca Juga  Buntut Penyerangan RS Al-Shifa, Dirjen WHO Prihatian Kehilangan Kontak dengan Staf Medis

Ia pun memohonkan pasien diabetes untuk memperhatikan jadwal makan agar tidak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi dalam waktu yang tersebut digunakan berdekatan, misalnya menikmati singkong setelah memakan nasi. Jadi, ia menganjurkan singkong hal itu dinikmati dalam bentuk makanan ringan beberapa waktu setelah memakan nasi.

Ikhsan juga menyarankan penderita diabetes untuk menghindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mana dimaksud mengandung karbohidrat sederhana seperti air gula, sirup, serta karamel lantaran dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Namun, ia juga meluruskan bahwa anggapan penderita diabetes harus banyak mengonsumsi makanan atau minuman pahit adalah tiada benar lantaran hal hal itu bukan serta-merta menurunkan kadar gua darah.

Baca Juga  Yuk Para Orangtua, Temukan Potensial Anak, Kembangkan Learning Behaviour serta Asah Keterampilan Esensialnya Sejak Dini!

"Mohon dipahami bahwa individu diabetesi itu mengalami kesulitan mengendalikan kadar gula darahnya, jadi bukan berarti mengonsumsi sesuatu yang dimaksud pahit lalu langsung turun. Bahkan, sekalipun dia tidaklah makan selama delapan atau 10 jam, belum tentu gula darahnya turun," katanya.

Menurut alumnus Universitas Brawijaya kemudian Universitas Indonesia itu, makanan yang digunakan digunakan paling baik dikonsumsi oleh penderita diabetes adalah menu makanan yang mana dimaksud seimbang yang mana mana mengandung karbohidrat, protein, lemak, buah, sayur, serat, vitamin, dan juga juga mineral dalam porsi yang digunakan mana seimbang.

 

Check Also

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah pandemi Covid-19

Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada wabah Covid-19

Lingkar Post – Publik diminta tidak ada perlu khawatir dengan adanya ancaman infeksi pneumonia mycoplasma …