MAKI Nilai Firli Bahuri Gunakan Isu Penangkapan Harun Masiku untuk Cari Perlindungan

MAKI Nilai Firli Bahuri Gunakan Isu Penangkapan Harun Masiku untuk Cari Perlindungan

lingkarpost.com – Jakarta – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang mana mengaku sudah menandatangani surat penangkapan Harun Masiku belaka sebagai retorika. Harun adalah politikus PDIP  yang digunakan menjadi buronan dalam kasus suap terhadap Anggota Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

“Firli tak pernah berhenti melakukan hal yang sifatnya narasi kemudian retorika, tapi tak pernah ada hasil. Mestinya mengumumkan telah terjadi ditangkapnya Harun Masiku. Itu tambahan hebat,” kata Boyamin dalam keterangan tertulisnya yang mana diterima Tempo, Jumat, 17 November 2023.

Menurut Boyamin, jika Firli sudah menandatangani surat hal tersebut tiga pekan lalu, seharusnya Harun sudah tertangkap saat ini.

Baca Juga  KJP pelajar yang dimaksud tawuran di tempat Johar Baru terancam dicabut

“Sampai sekarang tak ditangkap, berartikan memang tak dapat menangkap. Tak mampu dikarenakan tiada mau,” ujarnya. 

Firli disebut semata-mata mencari perlindungan

Boyamin pun menilai Firli cuma menggunakan pernyataannya itu untuk mencari perlindungan dalam perkara dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang digunakan pada saat ini tengah bergulir pada kepolisian. Dia menilai pernyataan itu ditujukan kepada penguasa agar dia mendapatkan perlindungan.

“Dengan cara memberikan persembahan yakni menangkap Harun Masiku,” ujarnya. 

Boyamin pun memohon KPK tak terjebak dengan pernyataan Firli.  Sebab, menurut dia, KPK dapat semata menangkap Harun Masiku dan juga baru mengumumkannya ke penduduk setelah itu. Boyamin pun menyarankan agar KPK mengambil langkah hukum lain, misalnya dengan menyidangkan kasus Harus secara inabsentia. 

Baca Juga  Waspada pembohongan tiket Coldplay, polisi terima laporan dari 73 orang

“Pimpinan KPK lain harus berani memutuskan bahwa Harun Masiku disidangkan in absenstia kan selesai, tidak ada untuk dijadikan sandera-sandera politik,” ujar Boyamin.

Denny Indrayana sebut nama Jokowi di area belakang penangkapan Harun Masiku

Sebelumnya, Firli Bahuri menyatakan sudah pernah menandatangani suat penangkapan terhadap Harun Masiku tiga pekan lalu. Hal itu, menurut dia, adalah sebagai upaya untuk memburu politikus PDIP yang tersebut sudah buron sejak 2020 tersebut.  

“Tiga minggu lalu saya menandatangani surat perintah penangkapan dan juga pencarian terhadap HM (Harun Masiku),” ungkap Firli dalam konferensi pers pada Gedung Merah Putih KPK, Selasa lalu, 14 November 2023. 

Pernyataan Firli Bahuri itu pun mendapatkan reaksi dari Mantan Wakil Menteri Hukum lalu HAM Denny Indrayana. Dia juga menilai penangkapan Harun yang tak terlepas dari konstelasi kebijakan pemerintah saat ini.  Pasalnya, menurut Denny, saat ini banyak kasus hukum yang tersebut dijadikan alat untuk menyerang lawan dan juga menyandera kawan. 

Baca Juga  Polda Metro Jaya imbau partisipan Munajat Kubro jaga ketertiban

Jika KPK berhasil menangkap Harun Masiku dalam waktu dekat,  Denny menilai itu akan menjadi pukulan keras bagi PDIP. Dia pun menyebut Jokowi berada dalam belakang hantaman keras kepada partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Siapa yang tersebut berani menyerang PDIP? Dugaan saya adalah Jokowi,” ucap Denny. “Mengapa? Tanyakan langsung cuma ke Pak Lurah. Ingat rumusnya, apa pun jawabannya, yang digunakan benar adalah kebalikannya.”

Check Also

Maju pada di pemilihan 2024, Airlangga Dinilai Sangat Layak Kembali Menakhodai Golkar

Maju di dalam pemilihan 2024, Airlangga Dinilai Sangat Layak Kembali Menakhodai Golkar

Lingkar Post – JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai sangat layak kembali …