Polisi selesaikan kasus penyalahgunaan logo TV swasta lewat mediasi

Polisi selesaikan kasus penyalahgunaan logo TV swasta lewat mediasi

para pihak akan dimediasi untuk menghasilkan atau mencapai keadilan restoratif

lingkarpost.com – Jakarta – Polisi menyelesaikan kasus penyalahgunaan logo salah satu perusahaan televisi swasta yang mana digunakan disebarkan melalui media sosial oleh figur rakyat bernama Vicky Kalea alias Vicky Hidayat (30) dengan jalur mediasi atau keadilan restoratif.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M. Syahduddi menjelaskan kasus VH diselesaikan melalui jalur perdamaian (restoratif) sekalipun pelaku  terbukti melanggar Undang-Undang nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek juga Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi juga Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun serta denda maksimal Rp12 miliar.

Baca Juga  Mentan Amran Lakukan Peningkatan Produksi Padi juga Jagung di dalam Kalsel

"Bahwa dengan adanya upaya permohonan untuk mediasi oleh terlapor kepada Polres Metro Jakarta Barat, maka para pihak akan dimediasi untuk menghasilkan atau mencapai keadilan restoratif," ujar Syahduddi dalam jumpa pers pada Jakarta, Kamis.

Adapun  VH terbukti memparodikan program 'Pintu Berkah' milik PT. Indosiar Visual Mandiri menjadi konten berjudul 'Jasa Bikin Anak Keliling' dengan mencantumkan logo Indosiar tanpa seizin kemudian juga sepengetahuan perusahaan.

"Pada 4 Juli 2023, salah satu karyawan PT. Indosiar Visual Mandiri bernama KAB melihat konten Tiktok pada akun @vicky_kalea memparodikan program 'Pintu Berkah' menjadi konten berjudul 'Jasa Bikin Anak Keliling' dengan mencantumkan logo Indosiar tanpa seizin kemudian juga sepengetahuan PT. Indosiar Visual Mandiri," ungkap Syahduddi.

Baca Juga  Polisi periksa 86 saksi juga 8 ahli pada kasus pemerasan pimpinan KPK

Kemudian, kata Syahduddi, KAB memberitahukan hal itu kepada atasannya yang tersebut dimaksud bernama EGS serta EGS kemudian menghubungi pihak VH untuk meminta-minta klarifikasi video tersebut.

"VH mengakui bahwa dirinya yang dimaksud menghasilkan lalu mengunggah konten video tersebut," kata Syahduddi.

Syahduddi melanjutkan, penyidik mendapatkan video parodi yang disebut melalui akun Tiktok milik VH sudah diputar sebanyak 19 jt kali dengan waktu pemutaran selama 25.246 jam.

"Sebanyak 19 jt kali dengan waktu pemutaran 25.246 jam," ujar Syahduddi.

Terlapor VH kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada pihak PT. Indosiar Visual Mandiri.

"Saya Vicky Kalea dengan ini menyampaikan permintaan maaf lalu juga saya akan bertanggungjawab atas konsekuansinya, atas kesalahan saya menghasilkan video Tiktok dengan menggunakan logo stasiun TV Indosiar memparodikan program 'Pintu Berkah' tanpa meminta-minta izin sebelumnya," kata VH.

Baca Juga  PLN ingatkan warga waspada pada pemakaian listrik di area musim hujan

Lebih lanjut, Syahduddi mengimbau warga khususnya para pembuat konten agar dapat lebih banyak lanjut bijak dalam menyebabkan atau memproduksi konten video yang mana hal itu akan diunggah ke media sosial juga menjadikan kasus VH sebagai materi pembelajaran.

"Untuk bukan ada menggunakan logo, gambar atau merek yang mana sudah didaftarkan lalu juga sudah menjadi hak eksklusif milik perusahaan maupun perorangan tanpa seizin pemiliknya," pungkas Syahduddi.

Check Also

Maju pada di pemilihan 2024, Airlangga Dinilai Sangat Layak Kembali Menakhodai Golkar

Maju di dalam pemilihan 2024, Airlangga Dinilai Sangat Layak Kembali Menakhodai Golkar

Lingkar Post – JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai sangat layak kembali …