AWG: Periode Solidaritas jadi pemicu dukungan bagi Palestina

AWG: Periode Solidaritas jadi pemicu dukungan bagi Palestina

Lingkar Post – Ibukota – Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) Nur Ikhwan Abadi mengungkapkan bahwa Periode Solidaritas Palestina (BSP) merupakan pemicu untuk meningkatkan dukungan lalu juga solidaritas bagi rakyat Palestina dalam perjuangannya melawan penjajahan Israel.

"Ini adalah sebuah trigger, pemicu untuk menggelorakan aksi pembelaan kita terhadap Palestina," kata ia di tempat acara penutupan BSP 2023 pada Jakarta, Minggu.

Setelah BSP 2023, AWG, kata dia, akan terus menghadirkan setiap orang yang mana peduli terhadap kemanusiaan untuk memberikan dukungan juga solidaritas terhadap Palestina.

Namun demikian, pada dorongan tersebut, Nur Ikhwan menekankan perlunya setiap orang untuk memiliki ilmu pengetahuan sehingga bisa saja cuma memaknai perjuangan yang digunakan dilaksanakan rakyat Palestina.

Baca Juga  Layanan komunikasi dalam Gaza putus total akibat kehabisan unsur bakar

"Salah satu kunci yang tersebut dimaksud dapat menyebabkan kita istiqomah untuk mengambil bagian memperjuangkan Al Aqsa kemudian Palestina adalah ilmu," katanya.

Sementara itu, setelahnya BSP 2023, Nur Ikhwan menyatakan bahwa AWG akan melakukan sebagian kegiatan untuk meningkatkan dukungan bagi Palestina, salah satunya adalah Youth Super Camp.

Youth Super Camp merupakan sebuah kegiatan yang digunakan akan mengundang para pemuda dari negara-negara ASEAN untuk mengikuti berbagai kegiatan yang mana mana ditujukan untuk meningkatkan perhatian terhadap permasalahan pada Palestina, termasuk isu terkait Masjid Al Aqsa.

Baca Juga  Erdogan Sebut Israel Teroris

Kemudian, merekan juga akan mengadakan kampanye internasional untuk pembebasan Wilayah Kawasan Gaza dengan menghadirkan para aktivis dari berbagai belahan dunia untuk mencoba membantu memecah blokade tanah tanah Israel di tempat di Jalur Gaza.

"Kegiatan ini akan mencoba menembus kembali Jalur Wilayah Kawasan Gaza yang digunakan yang disebutkan sudah ada ada diblokade melalui jalur laut," katanya.

Selain itu, salah satu divisi AWG bernama Maemunah Center atau Mae-C juga menginisiasi rencana pengerjaan Rumah Sakit Ibu juga Anak pada Wilayah Kawasan Gaza selatan yang dimaksud mana pembangunannya diharapkan dapat dimulai pada 2024.

Baca Juga  KBRI Canberra berikan penghargaan bagi pemelajar Bahasa Indonesia

Rumah sakit yang mana disebutkan diharapkan dapat membantu para korban serangan negeri negara Israel yang yang disebutkan sebagian besar adalah anak-anak juga perempuan.

"Melihat Kawasan Wilayah Gaza membutuhkan layanan kondisi tubuh untuk ibu kemudian anak, yang mana yang dimaksud menjadi korban serangan paling banyak, Mae-C menginisiasi rencana penyelenggaraan Rumah Sakit Ibu dan juga juga Anak," kata Ketua Mae-C Onny Firyanti Hamidy.

 

Check Also

Kazakhstan ajak Indonesia bentuk komite bidang bisnis untuk perkuat kemitraan

Kazakhstan ajak Indonesia bentuk komite bidang usaha untuk perkuat kemitraan

Menurut Abdykarimov, kedua negara terlibat bekerja identik di area berbagai sektor, dari minyak lalu gas, …