Pemimpin negara IPEF setuju luncurkan ‘dialog mineral penting’

Pemimpin negara IPEF setuju luncurkan ‘dialog mineral penting’

lingkarpost.com – San Francisco – Para pemimpin 14 negara anggota Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework/IPEF) setuju pada Kamis (16/11) untuk meluncurkan dialog yang mana mana bertugas membangun rantai pasokan mineral penting yang dimaksud dimaksud stabil, kata kantor kepresidenan Korea Selatan.

Pertemuan tingkat tinggi IPEF kedua diadakan pada area San Francisco dalam area sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), dengan partisipasi para pemimpin negara anggota, termasuk Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol, Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, lalu Presiden Indonesia Joko Widodo.

Pertemuan hal yang diadakan untuk meninjau kemajuan negosiasi sejak peluncuran kerangka kerja pada Mei tahun lalu lalu untuk mengeksplorasi rencana kerja sejenis dalam dalam masa depan.

Baca Juga  Pakistan kecam bombardir Israel pada sekitar RS darurat Yordania di dalam Gaza

Kantor kepresidenan mengatakan bahwa para pemimpin "menilai penting" kesepakatan yang mana hal itu dicapai pada tiga dari empat pilar kerangka kerja — ketahanan rantai pasokan, energi bersih kemudian juga kegiatan kegiatan ekonomi yang digunakan yang disebut adil — dalam waktu singkat, dengan belaka tersisa pilar perdagangan.

"Mereka juga setuju membentuk 'dialog mineral penting' untuk pembentukan rantai pasokan mineral penting yang mana dimaksud stabil lalu 'Jaringan IPEF' untuk vitalisasi pertukaran antar manusia di area dalam antara negara anggota," kata pernyataan hal hal tersebut melalui siaran pers.

"Selain itu, merek setuju untuk meningkatkan kerja identik pada area bidang ketahanan energi kemudian teknologi, juga memberikan landasan bagi IPEF untuk mendapatkan hasil yang mana berkelanjutan dengan menyetujui untuk mengadakan pertemuan setiap dua tahun sekali kemudian juga pertemuan para menteri setahun sekali," tambahnya.

Baca Juga  Listrik padam pada dua kota Lebanon akibat tembakan artileri negara Israel

Kantor kepresidenan mengatakan bahwa dia mengharapkan pertemuan puncak lalu kesepakatan itu akan meningkatkan ketahanan rantai pasokan dalam area kawasan Indo-Pasifik.

Disebutkan juga bahwa kesepakatan yang mana disebut untuk menyokong penyertaan modal baru senilai 155 miliar dolar AS (sekitar Rp2.400 triliun) di dalam tempat sektor energi ramah lingkungan pada 2030 yang akan membuka kesempatan kegiatan industri besar untuk perusahaan-perusahaan Korea Selatan.

Sementara kesepakatan untuk mencegah kegiatan ilegal selama pengadaan pemerintah akan meningkatkan stabilitas kemudian transparansi lingkungan industri dalam area dalam kawasan lalu juga menggerakkan tambahan banyak perusahaan Korea Selatan untuk berekspansi ke luar negeri.

Baca Juga  Rusia pasok anti pesawat Igla untuk India

IPEF, yang tersebut digunakan diluncurkan oleh Biden pada 2022, secara luas dianggap sebagai inisiatif AS untuk melawan pengaruh China yang dimaksud semakin besar di area dalam kawasan.

Negara-negara yang yang disebut berpartisipasi adalah Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Vietnam, Brunei, Malaysia, Filipina, Indonesia, India serta juga Fiji, yang dimaksud bersama-sama menyumbang 40 persen dari item domestik bruto global juga 28 persen perdagangan barang serta jasa global.

Sumber: Yonhap

Check Also

Kazakhstan ajak Indonesia bentuk komite bidang bisnis untuk perkuat kemitraan

Kazakhstan ajak Indonesia bentuk komite bidang usaha untuk perkuat kemitraan

Menurut Abdykarimov, kedua negara terlibat bekerja identik di area berbagai sektor, dari minyak lalu gas, …