Pidato pada area APEC CEO Summit San Francisco, Presiden RI Sebutkan Target 600 Ribu EV pada 2030

Pidato di area APEC CEO Summit San Francisco, Presiden RI Sebutkan Target 600 Ribu EV pada 2030

lingkarpost.com – Upaya menuju Net Zero Emissions pada 2060 atau NZE 2060  serta memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Tanah Air menyebabkan Pemerintah Republik Indonesia terus mengupayakan pembuatan kendaraan tenaga listrik atau Electric Vehicle (EV).

Dikutip dari kantor berita Antara, dalam konferensi APEC CEO Summit, San Francisco, Amerika Serikat, Presiden RI Joko Widodo memberikan pernyataan seputar produksi EV dalam Indonesia.

Sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar, Indonesia sedang membangun biosfer kendaraan listrik terintegrasi, dengan target mampu memproduksi 600 ribu mobil listrik pada 2030.

Baca Juga  Astra Gelar Workshop Wartawan Industri 2023, Sektor Otomotif Serukan Netralitas Karbon juga Proyeksi Tahun Depan
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Antara)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Antara)

“Beragam insentif lalu infrastruktur telah dilakukan disiapkan serta saya berharap pebisnis APEC dapat mengambil bagian besar di tempat sektor ini,” paparnya kepada para pebisnis yang hadir dalam acara itu.

Kemudian, upaya untuk menghadirkan kondisi ramah lingkungan juga muncul dari prioritas Indonesia dalam hal transisi energi. 

Presiden menyatakan saat ini Indonesia miliki prospek energi baru terbarukan (EBT) sebesar 3.600 gigawatt, dan juga sedang membangun Kawasan Industri Hijau (Green Industrial Park) seluas 30 ribu hektare.

Baca Juga  Penelitian: Harga Mahal Jadi Alasan Konsumen Ogah Beralih ke Kendaraan Listrik

Kemudian perkembangan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara yang dimaksud dibuat dengan konsep kota pintar berbasis hutan dan juga alam. IKN juga mempunyai kemungkinan penanaman modal yang dimaksud terbuka dalam beberapa jumlah sektor.

“(IKN memiliki) 70 persen area hijau, 80 persen transportasi masyarakat berbasis energi hijau yang terbuka di tempat berbagai sektor, infrastruktur, transportasi, teknologi, pendidikan, energi, keuangan, pariwisata, kesehatan, juga perumahan,” tandas Presiden Joko Widodo.

“Untuk pengembangannya dibutuhkan investasi, pengetahuan, teknologi terkini untuk menghasilkan nilai tambah sekaligus mensejahterakan publik secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Baca Juga  Belum Terbentuknya Pasar Mobil Listrik Bekas Dinilai Jadi Penghambat Transisi EV dalam Indonesia

“Ini adalah waktu yang dimaksud tepat untuk berinvestasi pada Indonesia lalu saya harap Bapak Ibu dapat memanfaatkan potensi ini dengan lebih tinggi agresif kemudian lebih lanjut cepat,” kata Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, IMF memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5 persen pada 2023 serta pada 2024 diperkirakan 5,1 persen.

Indonesia memiliki banyak sektor prioritas yang mana dapat menjadi potensi penanaman modal bagi para investor, seperti pengembangan industri.

Check Also

Spesifikasi LC200 yang mana digunakan Jeje pada event AXCR 2023

Spesifikasi LC200 yang digunakan Jeje pada event AXCR 2023

Lingkar Post – Ibukota – Pereli Indonesia Julian Johan akan mengikuti kegiatan Asia Cross Country Rally (AXCR) …