Jokowi Pamer Industri Hijau 30.000 Ha RI dalam area Depan Para Bos AS

Jokowi Pamer Industri Hijau 30.000 Ha RI di area Depan Para Bos AS

lingkarpost.com –

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memamerkan Indonesia saat ini tengah membangun industri hijau dalam negeri di area tempat Kalimantan Utara. Hal itu dikatakan Jokowi dalam hadapan para pengusaha dalam Amerika Serikat (AS) dalam forum APEC CEO Summit.

Presiden RI Jokowi mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia tengah menggenjot transisi energi, salah satu yang digunakan mana diupayakan adalah dengan membangun Green Industrial Park seluas 30 ribu hekar pada Kalimantan Utara. “Indonesia juga sedang membangun Green Industrial Park seluas 30 ribu hektare,” ujarnya dalam akun Instagram resmi @jokowi, Jumat (17/11/2023).

Dengan begitu, Jokowi mengajak para pengusaha asing untuk menanamkan modal pada tempat Indonesia lantaran penyelenggaraan hal itu membutuhkan investasi, pengetahuan, juga teknologi terkini.

“Untuk pengembangannya dibutuhkan investasi, pengetahuan, teknologi terkini untuk menghasilkan nilai tambah sekaligus menyejahterakan rakyat secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga  China sebut Komando PBB di dalam Semenanjung Korea ketinggalan zaman

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi sudah terjadi menyaksikan langsung acara groundbreaking proyek kawasan industri dalam Kalimantan, yakni milik PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dalam Tanah Kuning-Mangkupadi di tempat tempat Kabupaten Bulungan pada 21 Desember 2021 lalu.

Tak belaka berada dalam lahan yang luas, proyek kawasan industri hijau dalam tempat Kalimantan ini diperkirakan membutuhkan perkembangan dunia usaha jumbo hingga US$ 132 miliar atau sekitar Rp 2.000 triliun.

Presiden pun pada 28 Februari 2022 lalu kembali mengunjungi kawasan industri hijau yang mana untuk mengecek kelanjutan pembangunannya.

Usai meninjau perkembangan proyek pada dalam kawasan industri KIPI tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kawasan industri ini nantinya dipersiapkan untuk pengerjaan industri penyimpan daya kendaraan listrik.

Disebut kawasan industri hijau oleh sebab itu sumber energi untuk kawasan industri ini tak lain berasal dari pembangkit listrik energi baru terbarukan, salah satunya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) lalu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang mana masing-masing akan dibangun hingga kapasitas 10 Giga Watt (GW).

Berikut beberapa mega proyek yang tersebut akan dibangun di area area Kawasan Industri pada Kaltara ini:

Baca Juga  Amerika Serikat yakin kesepakatan pembebasan sandera kelompok Hamas kian dekat

1. Pabrik petrokimia
Pabrik petrokimia di tempat dalam Kawasan Industri Kaltara ini rencananya akan menjadi pabrik petrokimia terbesar pada Indonesia, dengan kapasitas mencapai 4×16 jt ton per tahunnya.

2. Smelter Alumina

Fasilitas pengolahan kemudian pemurnian (smelter) alumina dengan kapasitas 3 jt ton akan dibangun di tempat area kawasan industri ini.

3. Pabrik Besi juga Baja

Rencananya akan dibangun pabrik besi serta baja (iron and steel) dengan kapasitas 5 jt ton per tahun.

4. Pabrik Baterai Kendaraan Listrik
Pabrik penyimpan daya untuk kendaraan listrik maupun pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) akan dibangun dengan kapasitas 265 Giga Watt hour (GWh).

5. Industrial and Polycristalline Silicon

Rencananya juga akan dikembangkan pabrik polycristalline silicon dengan kapasitas 1,4 jt ton.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga sempat menyebut akan dibangun Kawasan Industri dalam Kaltara dengan nilai investasi modal mencapai US$132 miliar.

Luhut menjelaskan, investasi modal terdekat yang dimaksud digunakan segera terealisasi adalah pabrik petrochemical dalam Kaltara. Pabrik ini sudah dikerjakan groundbreaking pada 21 Desember 2021 lalu. Nilai investasinya mencapai US$24 miliar atau sekitar Rp366,6 triliun.

Baca Juga  negeri Israel tak mau libatkan Otoritas Palestina pada Daerah Gaza pasca pertempuran

Dari hasil pembangunan dunia usaha ini, diperkirakan akan ada 100 ribu pegawai yang tersebut dimaksud dipekerjakan kemudian transfer teknologi yang hal itu menguntungkan bagi Indonesia. Adapun nilai keuntungan yang digunakan hal tersebut akan didapat mencapai Rp131 miliar per tahun pada tahun 2029. “Ini secara bertahap tapi 2023 mendatang sudah beroperasi satu pabrik ini,” katanya.

Jika konstruksi sektor ekonomi itu sudah terealisasi maka kemungkinan ekspor dari RI juga semakin membesar. Luhut menyebut paling tak mencapai 30 persen total ekspor pada 2029 mendatang berasal dari hasil penyelenggaraan dunia usaha ini.

Nantinya, investasi modal pabrik ini adalah end to end untuk memproduksi petrochemical, alumina, lithium baterai, hingga green industry. Menurut Luhut, ini akan menimbulkan profil Indonesia semakin baik.

Artikel Selanjutnya Jokowi Bakal Evaluasi Insentif Motor Listrik, Kenapa?

Check Also

Mendagri minta Pj. kepala wilayah segera penuhi anggaran pemilihan gubernur 2024

Mendagri minta Pj. kepala wilayah segera penuhi anggaran pemilihan gubernur 2024

Ibukota Indonesia – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memohon Pj. kepala wilayah segera memenuhi keinginan …